Sun,3 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Hidup 5.000 Meter di Atas Laut, Inilah Ular Beludak Penjaga Lereng Himalaya

Hidup 5.000 Meter di Atas Laut, Inilah Ular Beludak Penjaga Lereng Himalaya

hidup-5.000-meter-di-atas-laut,-inilah-ular-beludak-penjaga-lereng-himalaya
Hidup 5.000 Meter di Atas Laut, Inilah Ular Beludak Penjaga Lereng Himalaya
service

Pada ketinggian yang nyaris menyentuh 5.000 meter di atas permukaan laut, di mana oksigen begitu tipis dan suhu bisa berubah menjadi beku dalam hitungan menit, terdapat sebuah kehidupan yang menantang batas biologi. Ia adalah Gloydius himalayanus atau pit viper Himalaya. Ular berbisa ini bukan sekadar penghuni, melainkan sosok “penjaga” sunyi di salah satu wilayah paling ekstrem di muka bumi. Penelitian filogenetik terbaru hingga April 2026 mengungkap sejarah migrasi kuno yang mengejutkan. Berbeda dengan kerabatnya di Asia Timur, leluhur ular ini diduga melintasi koridor subtropis Paleo-Tibet sekitar 14,5 juta tahun lalu. Isolasi geografis yang sangat lama ini akhirnya membentuk garis keturunan yang sangat berbeda jauh (divergent) dari semua spesies lain dalam marga Gloydius. Ular beludak Himalaya (Gloydius himalayanus) di habitat pegunungan tinggi, berjemur di atas batu di bawah langit Himalaya. Spesies ini dikenal hidup hingga hampir 5.000 meter di atas permukaan laut. Photo by: Rohit Giri CC BY-NC 4.0 Penemuan Spesies Baru di Atap Dunia Bagi manusia, berada di ketinggian 5.000 meter memerlukan persiapan fisik yang berat, namun bagi ular beludak Himalaya, wilayah ini adalah rumah. Habitat mereka membentang dari padang rumput alpine hingga tebing berbatu yang terisolasi di mana sinar matahari menjadi sumber energi utama. Sebuah studi perilaku mencatat untuk pertama kalinya fenomena dikhromatisme atau perbedaan warna tubuh serta perilaku kawin spesies ini di alam liar. Warna tubuhnya yang cokelat keabu-abuan memberikan kamuflase sempurna di antara tebing granit untuk melindunginya dari predator langit sekaligus memudahkan mereka mengintai mangsa. Peneliti mencatat bahwa ular ini memiliki metabolisme yang sangat efisien, sebuah kunci…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.