Jakarta (ANTARA) – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menjadikan capaian medali perunggu tim putri Indonesia pada Piala Uber 2026 sebagai modal evaluasi dalam memperkuat proses regenerasi menuju level yang lebih kompetitif.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian mengatakan hasil semifinal yang diraih di Horsens, Denmark, akhir pekan lalu itu, telah memenuhi target yang ditetapkan, sekaligus menjadi pijakan untuk pembenahan ke depan.
“Kami mengapresiasi perjuangan atlet yang mampu mencapai semifinal sesuai target. Ke depan, hasil ini menjadi bahan evaluasi agar performa tim bisa lebih maksimal,” ujar Eng Hian dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, sepanjang turnamen tim Uber Indonesia menunjukkan perkembangan, terutama dari sisi mental bertanding dan kualitas permainan.
Selain itu, sejumlah pemain muda memperoleh pengalaman penting di ajang beregu, yang dapat menjadi bekal dalam memperkuat struktur tim nasional ke depan.

Baca juga: Korea Selatan tegaskan dominasi dengan juarai Piala Uber
PBSI menegaskan akan melakukan evaluasi dari berbagai aspek, mulai dari teknis, strategi, hingga kesiapan fisik dan mental atlet guna meningkatkan daya saing di level internasional.
Upaya pembinaan juga akan difokuskan pada peningkatan kapasitas atlet agar mampu mengikuti program akselerasi dan tampil konsisten di turnamen dengan level yang lebih tinggi.
Tim Uber Indonesia mencapai semifinal setelah kalah dari Korea Selatan dengan skor 1-3.
Sementara Korea Selatan akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan China di final dengan skor 3-1. Ini menjadi gelar ketiga Negeri Ginseng setelah sebelumnya meraih trofi pada 2010 dan 2022.
Prestasi tersebut menyamai Indonesia (1975, 1994, 1996) dan Amerika Serikat (1957, 1960, 1963). Adapun China masih tercatat sebagai peraih titel terbanyak dengan 16 gelar.
Baca juga: China pertahankan gelar Piala Thomas 2026 usai kalahkan Prancis
Baca juga: Asterix kehabisan ramuan ajaib di final Piala Thomas
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.