Thu,14 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Makanan Pendamping ASI: Kapan dan Bagaimana Memberikannya?

Makanan Pendamping ASI: Kapan dan Bagaimana Memberikannya?

makanan-pendamping-asi:-kapan-dan-bagaimana-memberikannya?
Makanan Pendamping ASI: Kapan dan Bagaimana Memberikannya?
service

Mubadalah.id – Jika bayi tampak tidak senang minum ASI padahal usianya baru 4 sampai 6 bulan, mungkin kesan itu keliru dan sebenarnya ia hanya perlu menyusu lebih banyak. Bisa jadi selama ini ia belum merasa cukup kenyang. Bila bayi menyusu lebih banyak, tubuh Anda akan menyesuaikan diri dan menghasilkan lebih banyak ASI.

Apabila bayi sudah menyusu sesering yang ia mau selama sekitar lima hari dan tampaknya masih belum kenyang, barulah Anda boleh mencoba memberinya makanan tambahan.

Bayi siap menerima makanan selain ASI bila:

Pertama, usianya sudah 6 bulan atau lebih. Kedua, ia mulai “merebut” makanan dari tangan anggota keluarga atau mengambil makanan dari meja. Ketiga, saat disuapi, ia mau menelan dan tidak mendorong makanan keluar lagi dengan lidahnya.

Ketika bayi berumur 6 hingga 12 bulan, tetap berikan ASI kapan saja ia mau. Makanan tambahan bukan pengganti ASI, dan bayi tetap membutuhkan jumlah ASI yang sama seperti sebelumnya.

Pada awalnya, Anda dapat memberikan makanan tambahan 2 atau 3 kali sehari bersamaan dengan ASI. Makanan pertama sebaiknya bertekstur lembut atau encer, seperti bubur beras atau gandum. Ada juga ibu yang mencampurkan bubur dengan ASI sebelum ia berikan kepada bayi.

Yang jelas, Anda tidak membutuhkan bubur bayi buatan pabrik yang mahal.

Makanan Pokok

Selain itu, bayi perlu sering makan, kira-kira lima kali sehari. Setiap kali makan, ia harus memperoleh makanan pokok sebagai sumber tenaga, seperti beras, sagu, terigu, maizena, kentang, singkong, dan sejenisnya.

Makanan tersebut sebaiknya dicampur dengan bahan pangan pembangun tubuh, seperti kacang-kacangan, telur, keju, daging, ayam, dan lain-lain, serta dilengkapi buah-buahan, sayur-sayuran berwarna cerah, dan makanan padat energi seperti kacang tanah, minyak goreng, atau margarin. Anda tidak perlu memasak sampai lima kali sehari karena makanan juga dapat diberikan dalam keadaan dingin.

Kalau bisa, teruslah memberi ASI sampai anak berumur dua tahun, bahkan bila Anda sudah memiliki bayi lagi. Kebanyakan bayi akan berhenti menyusu secara bertahap atas kemauannya sendiri. Sebaiknya jangan memaksanya berhenti hanya karena Anda tidak ingin lagi menyusuinya. []

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.