Mubadalah.id – Jika bayi tampak tidak senang minum ASI padahal usianya baru 4 sampai 6 bulan, mungkin kesan itu keliru dan sebenarnya ia hanya perlu menyusu lebih banyak. Bisa jadi selama ini ia belum merasa cukup kenyang. Bila bayi menyusu lebih banyak, tubuh Anda akan menyesuaikan diri dan menghasilkan lebih banyak ASI.
Apabila bayi sudah menyusu sesering yang ia mau selama sekitar lima hari dan tampaknya masih belum kenyang, barulah Anda boleh mencoba memberinya makanan tambahan.
Bayi siap menerima makanan selain ASI bila:
Pertama, usianya sudah 6 bulan atau lebih. Kedua, ia mulai “merebut” makanan dari tangan anggota keluarga atau mengambil makanan dari meja. Ketiga, saat disuapi, ia mau menelan dan tidak mendorong makanan keluar lagi dengan lidahnya.
Ketika bayi berumur 6 hingga 12 bulan, tetap berikan ASI kapan saja ia mau. Makanan tambahan bukan pengganti ASI, dan bayi tetap membutuhkan jumlah ASI yang sama seperti sebelumnya.
Pada awalnya, Anda dapat memberikan makanan tambahan 2 atau 3 kali sehari bersamaan dengan ASI. Makanan pertama sebaiknya bertekstur lembut atau encer, seperti bubur beras atau gandum. Ada juga ibu yang mencampurkan bubur dengan ASI sebelum ia berikan kepada bayi.
Yang jelas, Anda tidak membutuhkan bubur bayi buatan pabrik yang mahal.
Makanan Pokok
Selain itu, bayi perlu sering makan, kira-kira lima kali sehari. Setiap kali makan, ia harus memperoleh makanan pokok sebagai sumber tenaga, seperti beras, sagu, terigu, maizena, kentang, singkong, dan sejenisnya.
Makanan tersebut sebaiknya dicampur dengan bahan pangan pembangun tubuh, seperti kacang-kacangan, telur, keju, daging, ayam, dan lain-lain, serta dilengkapi buah-buahan, sayur-sayuran berwarna cerah, dan makanan padat energi seperti kacang tanah, minyak goreng, atau margarin. Anda tidak perlu memasak sampai lima kali sehari karena makanan juga dapat diberikan dalam keadaan dingin.
Kalau bisa, teruslah memberi ASI sampai anak berumur dua tahun, bahkan bila Anda sudah memiliki bayi lagi. Kebanyakan bayi akan berhenti menyusu secara bertahap atas kemauannya sendiri. Sebaiknya jangan memaksanya berhenti hanya karena Anda tidak ingin lagi menyusuinya. []




Comments are closed.