Mon,18 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Upaya Mama-mama Flores Berdaulat Pangan sampai Konservasi Lahan

Upaya Mama-mama Flores Berdaulat Pangan sampai Konservasi Lahan

upaya-mama-mama-flores-berdaulat-pangan-sampai-konservasi-lahan
Upaya Mama-mama Flores Berdaulat Pangan sampai Konservasi Lahan
service

Bedeng-bedeng bambu berderet di samping sepetak sawah. Hamparan tanaman padi pun tampak mulai menguning dan siap memasuki masa panen. Di sampingnya, ragam tanaman hortikultura subur memenuhi kebun pangan  berpembatas bambu di lahan seluas sekitar 200 meter persegi. Aneka tanaman ini dari Kelompok Perempuan Wela Nara perempuan yang berada di Desa Watu Galang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kelompok beranggotakan 10 orang ini merupakan dampingan dari Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) dan Amati Indonesia. Yayasan ini banyak mengajari mereka bagaimana mengolah kebun pangan secara organik. “Kami mulai menanam aneka sayuran ini di akhir tahun 2025 lalu,” kata Monika Udis, Ketua Kelompok Perempuan Wela Nara, Jumat (8/5/26). Ada sawi, tomat dan kacang panjang siap panen. Ada juga tanaman wortel, kangkung dan juga pakcoy. Mereka mengatur masa tanam agar pemanenan bisa berlangsung tiap hari. Untuk pengairan, ibu-ibu ini mengambilnya dari mata air Wae Betong di dalam kawasan hutan yang mereka salurkan menggunakan bambu. Kebetulan, lokasi kebun berbatasan langsung dengan hutan Mbeliling. Kawasan hutan ini terdiri dari hutan lindung seluas 72, 4 kilometer persegi dan hutan konservasi  41, 8 kilometer persegi. Mata air dari kawasan hutan ini tak pernah kering meski di musim kemarau. Dengan siklus panen 3-4 bulan, kebun ini sudah 12 kali panen. Sebagian mereka jual, sebagian  untuk bagi-bagi  ke setiap anggota. “Hasil penjualan sudah terkumpul Rp6.000.000. Uangnya akan kami gunakan untuk membeli bibit tanaman lagi,” sebut Monika. Kelompok Kebun Mama Teka Iku,Kabupaten Sikka sedang panen kacang tanah di kebun pangan kelompok yang berada di dekat kawasan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.