Pusat Kajian Perkotaan Pesisir baru terbentuk April lalu atas kerjasama Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal, Jawa Tengah (Jateng) dengan Rujak Center for Urban Studies. Pusat kajian ini sebagai respons atas kompleksitas masalah di wilayah perkotaan pesisir di tengah berbagai tekanan termasuk kerusakan lingkungan maupun ancaman krisis iklim. “Pendirian Pusat Kajian Perkotaan Pesisir ini mempunyai dua sisi strategis: penanganan masalah ekologis dan meningkatkan gerak ekonomi berbasis ekonomi dan budaya pesisir,” kata Sudirman Said, Rektor UHN dalam sambutan saat peluncuran, akhir April. PKPP, katanya, akan menjadi hub antar pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, dan praktisi dari masyarakat. Dia berharap, hasil riset dari PKPP dapat menjadi basis kebijakan, sekaligus solusi kontekstual, terukur yang dapat terreplikasi di daerah lain. Menteri ESDM era Presiden Joko Widodo itu mengatakan, sebagai kawasan yang terus berkembang, pesisir kian hadapi tantangan di tengah perubahan iklim saat ini. PKPP, katanya, hadir sebagai upaya membangun kontribusi relevan dan berdampak dalam menghadapi tantangan itu. Mulai dari perubahan cuaca sampai perencanaan tata kota. “Kota Tegal sebagai kota sekunder di Indonesia juga kota pesisir dijadikan pusat riset yang dapat menjadi pembelajaran bagi kota-kota di Indonesia, juga kota kota pesisir di dunia,” kata Sudirman. Agus Dwi Sulistyantono, Sekda Kota Tegal menyambut baik kolaborasi UHN-Rujak Center atas pendirian PKPP ini. Dia meyakini, kebijakan pemerintah akan makin optimal jika berkolaborasi dengan ilmu pengetahuan melalui institusi pendidikan serta pelibatan masyarakat. Sudirman Said, Rektor UHN (kemeja merah), Elisa Sutanudjaja (tengah), Marco Kusumawijaya (empat dari kiri), Raimundus Nggajo, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang…This article was originally published on Mongabay
Saatnya Memperkuat Tata Kelola Perkotaan Pesisir
Saatnya Memperkuat Tata Kelola Perkotaan Pesisir





Comments are closed.