Mon,18 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Malaria Merebak dan Lingkungan Rusak Ketika Tambang Emas Ilegal Marak di Pohuwato

Malaria Merebak dan Lingkungan Rusak Ketika Tambang Emas Ilegal Marak di Pohuwato

malaria-merebak-dan-lingkungan-rusak-ketika-tambang-emas-ilegal-marak-di-pohuwato
Malaria Merebak dan Lingkungan Rusak Ketika Tambang Emas Ilegal Marak di Pohuwato
service

Pertambangan emas ilegal di Pohuwato, Gorontalo, tidak hanya mengubah lanskap, memicu petani gagal panen hingga hilangnya tutupan hutan. Kondisi itu juga mulai tercermin dalam tubuh warganya. Air yang menggenang, udara yang berubah, dan ekosistem yang terganggu menciptakan kehidupan yang tak stabil. Di banyak titik, batas antara ruang tambang dan permukiman menjadi kabur. Lumpur, genangan, dan debu menjadi bagian dari keseharian. Dalam kondisi seperti itu, membuat malaria tidak lagi sekadar penyakit tropis, tetapi cermin dari kerusakan lingkungan lebih luas di Pohuwato. Iswanto Doda masih ingat malam ketika demam itu tiba-tiba datang seperti badai kecil. Tubuhnya menggigil, lalu panas tinggi menyergap tanpa peringatan. Semula dia mengira hanya kelelahan setelah bekerja.  Ketika demam tak kunjung mereda disertai nyeri di kepala, dia mulai curiga ada sesuatu yang lebih serius. Akhirnya dia dilarikan dari  rumahnya di Pohuwato Timur, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, ke Puskesmas Marisa. Dia terkena malaria. “Saat di Puskesmas, saya langsung ditanya apakah saya penambang atau bukan. Saya menjawab bahwa saya pekerja swasta dan tidak bekerja tambang. Setelah itu, dokter mendiagnosis bahwa saya terpapar malaria,” katanya. Iswanto pun kaget. Tadinya dia hanya mengira cuma masuk angin biasa. “Tapi ternyata malaria,” katanya pelan. Dia bukan satu-satunya. Di wilayahnya, malaria bukan lagi kabar yang hanya muncul dalam laporan kesehatan. Penyakit itu kini hadir di sekitar rumah, di antara tetangga, bahkan di lingkaran pekerja tambang yang setiap hari keluar masuk kawasan hutan dan bukit di Pohuwato. Kawasan permukiman di Pohuwato yang dikelilingi lubang tambang emas ilegal. Foto: Sarjan Lahay/Mongabay Indonesia. Banyak lubang tambang, nyamuk berkembang Dalam…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.