Mon,25 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ular Welang dan Konsep Kota Berkelanjutan

Ular Welang dan Konsep Kota Berkelanjutan

ular-welang-dan-konsep-kota-berkelanjutan
Ular Welang dan Konsep Kota Berkelanjutan
service

Apa yang Anda lakukan bila bertemu ular welang? Pengalaman ini dirasakan Muhammad Bilal Yogaswara (28), citizen scientist yang tergabung dalam Jakarta Birdwatcher Society. Bilal berhasil mendokumentasikan jenis ini di kawasan hutan Universitas Indonesia (UI) saat kegiatan Jakarta Naturalist Week. Awalnya, dia tidak menyadari keberadaan Bungarus fasciatus itu, ketika melintas di depannya. Perhatiannya yang semula tertuju ke ular tersebut, berpaling ke pawang yang coba mengamankan reptil yang panjangnya bisa lebih dua meter ini. “Ini ular berbisa tinggi kedua yang saya foto,” jelasnya, Selasa (19/5/2026). Ular welang yang dikenal memiliki bisa tinggi. Foto: Dok. Muhammad Bilal Yogaswara. Bilal memilih mendokumentasikan dari jarak aman. Baginya, pengalaman tersebut bukan sekadar berburu dokumentasi, tetapi juga kesempatan belajar mengenai perilaku ular berstatus Risiko Rendah menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). “Sebagai bentuk pertahanan diri, welang menyembunyikan kepalanya di sela daun.” Welang dikenal sebagai ular berbisa dari Famili Elapidae yang tersebar di Asia Selatan hingga Asia Tenggara. Umumnya hidup di kawasan rawa, hutan sekunder, semak belukar, hingga area dekat air. Keberadaannya di kawasan urban jadi temuan menarik, terutama di tengah tingginya tekanan pembangunan perkotaan. Hutan UI masih jadi habitat beragam jenis reptil. Dalam laporan SDGs UI 2022, beberapa jenis ular yang tercatat ditemukan di kawasan tersebut antaranya Naja sputatrix, Ahaetulla prasina, Dendrelaphis pictus, Python reticulatus, Xenopeltis unicolor, Pareas carinatus, dan Ptyas korros. Survei Visual Encounter Survey (VES) 2018 menunjukkan indeks keanekaragaman ular di hutan UI lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Ular welang saat diamankan pawang ular. Foto: Dok. Muhammad Wildan Al Gifari. Ruang terbuka hijau…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.