Ditulis oleh Pramirvan Datu •
KABARBURSA.COM – Presiden Prabowo Subianto menyalurkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban untuk perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Seluruh hewan kurban tersebut berasal dari peternak lokal dan didominasi sapi premium berbobot besar, mulai dari 800 kilogram hingga mencapai 1,3 ton.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengungkapkan bahwa sapi-sapi kurban Presiden terdiri dari berbagai ras unggulan, seperti Simmental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Sapi Bali, Friesian Holstein (FH), Belgian Blue, hingga Charolais.
Menurut Juri, seluruh hewan tersebut dipasok langsung oleh peternak dalam negeri. Momentum penyaluran kurban nasional ini diharapkan mampu menjadi akselerator bagi peningkatan produktivitas sekaligus kualitas industri peternakan sapi nasional.
“Seluruh sapi berasal dari peternak lokal sehingga momentum ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas peternakan nasional,” ujar Juri dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa 26 Mei 2028.
Ia menjelaskan, seluruh sapi yang dipilih telah memenuhi syarat syariat kurban dan standar kesehatan hewan. Hewan-hewan tersebut telah mengantongi sertifikat kesehatan, berusia di atas dua tahun, berjenis kelamin jantan, serta dipastikan tidak memiliki cacat fisik.
Proses pengadaan sapi kurban dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Kementerian Sekretariat Negara melalui Sekretariat Presiden bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, dinas peternakan dan kesehatan hewan daerah, hingga Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI).
Lebih jauh, Presiden Prabowo disebut berharap program kurban nasional ini dapat menjadi momentum strategis untuk memperkuat kemandirian industri peternakan Indonesia, khususnya dalam memenuhi kebutuhan daging sapi domestik.
Selain aspek pemberdayaan peternak, Presiden juga meminta agar distribusi sapi kurban benar-benar memberi manfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran dilakukan melalui pemerintah daerah, lembaga sosial-keagamaan, pondok pesantren, hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama yang dipercaya.
Dari total 1.098 ekor sapi kurban tersebut, sebanyak 598 ekor dialokasikan untuk 38 provinsi serta 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Sementara 500 ekor lainnya disalurkan kepada lembaga pendidikan, pondok pesantren, lembaga sosial keagamaan, serta berbagai elemen masyarakat.
Juri menambahkan, jumlah sapi yang disalurkan ke pemerintah daerah tercatat lebih banyak dibanding jumlah daerah penerima. Hal itu disebabkan terdapat 46 daerah yang tidak memiliki sapi dengan standar bobot sesuai kriteria sapi kurban Presiden, sehingga masing-masing daerah tersebut menerima dua ekor sapi sebagai pengganti.(*)





Comments are closed.