Wed,27 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Daging Kambing vs Daging Sapi, Mana yang Kolesterolnya Lebih Tinggi

Daging Kambing vs Daging Sapi, Mana yang Kolesterolnya Lebih Tinggi

daging-kambing-vs-daging-sapi,-mana-yang-kolesterolnya-lebih-tinggi
Daging Kambing vs Daging Sapi, Mana yang Kolesterolnya Lebih Tinggi
service

Jakarta

Di momen Idul Adha, hidangan daging kambing dan daging sapi menjadi menu yang banyak disantap bersama keluarga. Tak heran, pembahasan tentang mana yang lebih tinggi kolesterolnya juga kerap ramai diperbincangkan.

Selama ini, daging kambing sering dianggap lebih berisiko memicu kolesterol tinggi dibandingkan daging sapi. Padahal, kandungan kolesterol pada keduanya bisa berbeda tergantung bagian daging, kadar lemak, hingga cara memasaknya.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui fakta kandungan gizi dari kedua jenis daging tersebut agar tetap bisa menikmatinya dengan lebih bijak dan nyaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir dari laman detikcom, menurut data kandungan lemak dan kolesterol dalam bahan makanan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dalam 100 gram daging kambing, terkandung lemak total 9,2 gram dan kolesterol 70 miligram.

Sementara itu, dalam 100 gram daging sapi, terkandung lemak total 14 gram dan kolesterol 70 miligram. Artinya, daging kambing mengandung lebih sedikit lemak ketimbang daging sapi, meskipun keduanya memiliki kandungan kolesterol yang sama.

Terkait kolesterol pada daging, spesialis penyakit dalam, dr. Rudy Kurniawan, SpPD, MM, MARS, Dip.TH, DCD mengatakan ada banyak faktor yang bisa menentukan, bukan hanya dari kandungan lemak.

“Apalagi tiap bagian tubuh kambing atau sapi punya kadar lemak yang tidak sama. Perhatikan juga asal daging, misal dari perternakan atau alami atau terpapar bahan kimia,” ungkapnya.

Hal ini karena mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dapat menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL).

Cara aman mengonsumsi daging saat Idul Adha

Dokter mengingatkan Bunda untuk hati-hati dan tidak berlebihan dalam makan daging. Hal ini berlaku terutama bagi orang dengan sindrom metabolik.

“Sindrom metabolik itu seperti asam urat, kolesterol, hipertensi, diabetes. Nah, tentu sumber-sumber energi, sebagaimana yang kita tahu ada karbohidrat, protein, ada lemak. Nah, itu sendiri bisa menjadi masalah bagi populasi tersebut,” ujar Spesialis Penyakit Dalam dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Ray Rattu, SpPD.

Ia pun mengatakan konsumsi daging akan lebih berhubungan dengan peningkatan kolesterol dan asam urat.

Ahli gizi Mochammad Rizal dari Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA) juga mengatakan hal yang sama. Ia menyarankan untuk mengonsumsi daging bagi penderita kolesterol cukup 2-3 kali per minggu.

“Kalau ada riwayat kolesterol, konsumsi daging 2-3 kali per minggu sudah cukup. Respons tiap orang berbeda, sehingga tetap disarankan rajin kontrol untuk memantau kesehatan,” tuturnya.

Sementara itu, bagi orang dengan kondisi normal dan sehat, bisa mengonsumsi daging sekali dalam sehari. Rizal mengatakan porsinya kira-kira sebesar telapak tangan untuk 1 porsi.

Ia menambahkan makan daging kambing memang tidak serta merta meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Faktanya, daging kambing mengandung lemak dan kolesterol yang lebih rendah daripada daging sapi

Peningkatan kolesterol dapat diakibatkan oleh pengolahan yang menambahkan terlalu banyak garam, santan, atau minyak.

Sedangkan, faktor lainnya adalah konsumsi berbagai jenis makanan sebelumnya yang meningkatkan kolesterol dalam darah. Inilah yang mengakibatkan orang dengan riwayat kolesterol harus rutin memeriksa kesehatannya.

Nah, itulah mana yang lebih tinggi kolesterol antara daging kambing dan daging sapi hingga cara aman mengonsumsinya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.