Pemerintah terkesan kalang kabut memberantas praktik penambangan emas ilegal yang marak di berbagai lokasi di Indonesia. Alih-alih menumpas habis, laporan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bahkan mencatat kenaikan signifikan dari transaksi mencurigakan dari aktivitas ini. Dari Rp339 triliun di 2023, menjadi hampir Rp1.000 triliun hanya dalam dua tahun. Di Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), aktivitas peti yang berpusat di hutan Gunung Manggar, terus berlangsung hingga kini, meski operasi dalam skala besar pernah dilakukan. Para pelaku bergerak dalam gelap. Menyusuri perbukitan dan masuk ke dalam lubang saat malam, baru kembali ketika hari mulai terang. “Masih, meski tidak seramai dulu. Biasanya, mereka (pelaku) berangkat malam hari, balik besoknya,” kata Haris, warga Kabupaten Jember Tak seperti di banyak tempat, pelaku tambang ilegal di Jember memilih malam sebagai waktu yang tepat untuk beraktivitas lantaran alasan keamanan. Tambang emas ilegal di Jember sempat meredup saat pandemi COVID-19, aktivitas kembali marak saat wabah mereda. Merujuk data SIPP PN Jember, terhitung 60 tersangka jalani proses hukum karena terlibat aktivitas tambang ilegal di Jember sejak pandemi berakhir (selengkapnya lihat grafis). 1-Pembongkaran yang dilakukan oleh warga penambang di lokasi tambang emas ilegal Desa Pancurendang, Ajibarang, Banyumas. Foto : L Darmawan/Mongabay Indonesia Harga emas melonjak picu tambang ilegal? Purnawan Dwi Negara, Pakar Hukum Lingkungan Universitas Widya Gama (UWG) Malang menyebut, terus meningkatnya harga emas global turut memicu maraknya aktivitas tambang emas tanpa izin (peti). Terdorong tingginya permintaan, para pelaku menerabas batas-batas hutan untuk menambang emas demi meraup keuntungan. “Persoalan peti adalah potret gunung es dari masalah tata kelola sumber…This article was originally published on Mongabay
Rugikan Negara Triliunan Rupiah, Mengapa Sulit Berantas Tambang Emas Ilegal?
Rugikan Negara Triliunan Rupiah, Mengapa Sulit Berantas Tambang Emas Ilegal?





Comments are closed.