Sektor bangunan akan menjadi sorotan utama pada COP31 di Turki pada November 2026. Ini menyusul seruan aksi Belem untuk perumahan berkelanjutan dan terjangkau. United Nation Environmental Programme (UNEP) bersama Global Alliance for Building and Construction baru-baru ini meluncurkan laporan Global Status Report for Buildings and Construction 2025-2026 yang mengajak pemangku kepentingan mengubah cara pandang melihat bangunan bukan hanya sebagai bagian dari masalah, juga platform solusi bagi iklim, keterjangkauan dan ketahanan secara bersamaan. “Karena sebagian besar ruang bangunan masa depan belum dibangun, keputusan hari ini akan menentukan emisi, kesehatan dan kualitas hidup selama puluhan tahun mendatang. Solusi sebenarnya sudah tersedia, mulai dari efisiensi energi hingga integrasi energi terbarukan dan material yang ramah lingkungan,” kata Martin Krause, Direktur Divisi Perubahan Iklim UNEP saat peluncuran laporan ini. Dalam laporan berjudul Building Fast, Falling Short as Climate Risks Rise and Cities Grow, Oliver Rapf, Direktur Eksekutif Buildings Performance Institute Europe yang menjadi bagian dari kajian ini mengatakan, sektor bangunan ini sangat signifikan. Selain mewakili sekitar 11-13% PDB rata-rata global, bangunan dan konstruksi menyumbang sekitar 37% emisi CO2 terkait energi global, mengonsumsi sekitar sepertiga energi dunia, dan bertanggung jawab atas hampir 50% ekstraksi material global. “Luas lantai bangunan global kini mencapai sekitar 273 miliar meter persegi, tumbuh 1,7% hanya dalam satu tahun,” kata Oliver. Pertumbuhan ini sekitar empat kali luas kota Berlin atau dua puluh kali Delhi. Pertumbuhan yang sangat signifikan ini, katanya, 77% terdiri dari bangunan hunian perumahan. Sekitar 70% kebutuhan energi bangunan berasal dari hunian. Dengan mengembangkan pelacak Global Buildings Climate Tracker tim…This article was originally published on Mongabay
Ketika Emisi Bangunan Naik, UNEP Dorong Perumahan Berkelanjutan
Ketika Emisi Bangunan Naik, UNEP Dorong Perumahan Berkelanjutan





Comments are closed.