Sun,31 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Masyarakat Adat Meratus Tutup Gunung Halau-Halau Demi Jaga Kesakralan

Masyarakat Adat Meratus Tutup Gunung Halau-Halau Demi Jaga Kesakralan

masyarakat-adat-meratus-tutup-gunung-halau-halau-demi-jaga-kesakralan
Masyarakat Adat Meratus Tutup Gunung Halau-Halau Demi Jaga Kesakralan
service

Gunung Halau-Halau, bagian dari Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan, tutup permanen terhadap aktivitas pendakian umum, ekspedisi, serta wisata komersial. Keputusan yang keluar 1 Mei, melalui musyawarah yang melibatkan Kepala Desa Juhu, Kepala Desa Hinas Kiri, Babinsa, Pokdarwis, serta tokoh masyarakat setempat ini bertujuan untuk menghormati komunitas adat Dayak Meratus. Masyarakat Adat Meratus memiliki alasan spiritual di balik penutupan Gunung Halau-Halau. Dalam kepercayaan mereka, puncak tertinggi di Kalsel itu merupakan tempat bersemayam roh leluhur dan penjaga alam. Abdul Dunduk, Kepala Desa Juhu, menyebut, dulu leluhur menerima wahyu dari roh penjaga gunung untuk menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Mereka memandang tempat itu pusat kekuatan spiritual, bertemunya langit dan bumi, yang sekaligus dapat memberi sumber kehidupan bagi makhluk di sekitarnya. “Karena itu, setiap aktivitas yang berkaitan harus dilakukan dengan penghormatan, ritual adat meminta izin kepada roh penjaga agar perjalanan berjalan aman dan tidak menimbulkan gangguan bagi alam sekitar,” katanya. Di sana, masyarakat juga kerap lakukan upacara pembersihan diri dan lingkungan dari energi negatif. Serta aruh, bentuk rasa syukur pada roh leluhur atas bumi dan kehidupan yang seimbang. Jadi, ritual dan kepercayaan,  tidak hanya memperkuat ikatan spiritual Masyarakat Dayak Meratus, juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian alam di Pegunungan Meratus. Rubi, Ketua Pengurus Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalsel, menyebut,  penutupan itu bentuk komitmen Masyarakat Adat Meratus dalam menjaga kelestarian ekosistem serta nilai kesakralan. Halau-Halau, katanya, bukan sekadar sebagai objek wisata atau bernilai ekonomi. Warga Desa Juhu itu berpendapat, desa dekat dengan Gunung Halau-Halau, kawasan menyimpan banyak cerita dan mitologi dalam kehidupan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.