Masyarakat Adat Talang Mamak Luak Talang Parit di Indragiri Hulu, Riau, punya aktivitas baru sejak Mei 2026. Mereka mengurusi lahan sawit alokasi dari PT Inecda Plantation, anak perusahaan sawit Grup Samsung. Empat pemuda yang kelembagaan adat utus akan berbagi peran. Laki-laki bertindak jadi mandor, perempuan mengurusi administrasi, seperti mencatat hasil panen. Mereka meminjam kantor kebun plasma Inecda. “Kami diajari menginput data jumlah janjang, berondolan dan tonase sawit hasil panen,” kata Ayu, perempuan adat Talang Parit. Perempuan 26 tahun ini bilang, dua karyawan Inecda terlebih dahulu mengajari mereka mengoperasikan microsoft excel dengan perangkat sendiri. Baginya, itu cukup bermanfaat menambah pengetahuan dan pengalaman. “Sebelumnya, tidak paham tonase, berat janjang, apa lagi cara menginput data di situ.” Ayu merupakan lulusan sekolah menengah kejuruan. Bakat dan keterampilan menulisnya terasah ketika magang di kantor hukum di Pekanbaru. Termasuk dari pelbagai program pemberdayaan masyarakat adat serta pelatihan yang dia ikuti.. Saat ini, dia juga bekerja sebagai staf di kantor desa. Berkat pekerjaan baru ini, dia hendak melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Berharap, Masyarakat Adat Talang Parit lebih maju dalam pendidikan dan ekonomi. “Semoga aset (lahan ) ini dikelola dengan baik dan lancar. Bersyukur juga sudah dapatkan lahan. Ditambah lagi wilayah adat kami telah diakui perusahaan.” Cerita serupa juga pada Herianto, satu dari dua pemuda adat yang bertugas mengawasi kebun. Dia belajar tata cara panen dan kriteria buah layak panen. Sekaligus, memastikan pengangkutan seluruh buah, bahkan ikut ke pabrik guna memastikan langsung pekerjaan itu tuntas. Di luar waktu panen, mereka tetap ke kebun buat patroli keliling sampai…This article was originally published on Mongabay
Menang Gugatan RSPO, Masyarakat Adat Talang Parit Dapat Lahan Sawit dari Grup Samsung
Menang Gugatan RSPO, Masyarakat Adat Talang Parit Dapat Lahan Sawit dari Grup Samsung





Comments are closed.