Mon,1 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Paruh Bengkok, Penjaga Hutan yang Hidupnya Terancam

Paruh Bengkok, Penjaga Hutan yang Hidupnya Terancam

paruh-bengkok,-penjaga-hutan-yang-hidupnya-terancam
Paruh Bengkok, Penjaga Hutan yang Hidupnya Terancam
service

Berapa lama lagi suara burung kakatua, nuri, atau betet terdengar di hutan-hutan Indonesia? Perburuan, perdagangan ilegal, hingga hilangnya habitat akibat aktivitas eksraktif merupakan  ancaman utama yang membayangi masa depan paruh bengkok. Mereka dikenal sebagai kelompok burung penebar biji handal di hutan tropis kita. Dudi Nandika, Ketua Perkumpulan Konservasi Kakatua Indonesia (KKI), mengatakan kondisi populasi sejumlah jenis kelompok burung cerdas ini, jauh lebih memprihatinkan dibandingkan satu hingga dua dekade lalu. Ancaman terbesar masih datang dari tingginya perburuan dan perdagangan ilegal yang berlangsung di berbagai wilayah Indonesia timur. “Ditambah lagi maraknya tambang dan perusahaan-perusahaan kayu yang punya konsesi di hutan alami, sangat berdampak terhadap populasi paruh bengkok,” ujar Dudi yang sejak 2007 konsisten mengawal isu kakatua, Sabtu (30/05/2026). Sejumlah spesies di Maluku, menurutnya, menunjukkan tren penurunan. Di Pulau Seram, misalnya, populasi kakaktua dan nuri bayan mengalami tekanan semakin besar. Sementara di Pulau Buru, beberapa spesies endemik juga menghadapi ancaman serupa akibat perubahan habitat yang berlangsung cepat, seperti perkici buru, kring-kring buru, dan betet-kelapa buru. “Diperkirakan, hampir tiap tahun ribuan ekor burung dari berbagai jenis keluar dari Maluku.” Kondisi mengkhawatirkan juga terlihat dari hasil pemantauan populasi di Pulau Ambon. Jika dua dekade lalu keberadaan kakatua masih relatif mudah dijumpai, kini jumlahnya menurun. Dudi menyebut, penelitian yang dilakukan 2022 menunjukkan kepadatan populasi Cacatuidae di Pulau berjuluk “Ambon manise” ini hanya berkisar 1-2 individu per 10 hektar. “Itu sangat mengkhawatirkan. Saat ini, kakaktua hanya ditemukan di kawasan Hutan Sirimau.” Melindungi kehidupan kakatua sumba berarti kita harus menjaga habitatnya, yaitu hutan. Foto: Muhammad Soleh/Sumba. Wildlife. Achmad…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.