Wed,19 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Harga Pertamax Naik, Pengguna BBM Nonsubsidi Khawatir Beban Ekonomi Bertambah

Harga Pertamax Naik, Pengguna BBM Nonsubsidi Khawatir Beban Ekonomi Bertambah

harga-pertamax-naik,-pengguna-bbm-nonsubsidi-khawatir-beban-ekonomi-bertambah
Harga Pertamax Naik, Pengguna BBM Nonsubsidi Khawatir Beban Ekonomi Bertambah
service

Jakarta, NU Online

Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Harga Pertamax (RON 92) kini dipatok Rp16.250 per liter dan mulai berlaku pada Rabu (10/6/2026).

Kebijakan tersebut memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah pengguna BBM nonsubsidi mempertanyakan latar belakang kenaikan harga tersebut serta dampaknya terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Salah seorang pengguna BBM nonsubsidi, Moch Ilham Noer Sunan (26), menilai pemerintah perlu memberikan penjelasan yang transparan terkait berbagai kebijakan fiskal dan program prioritas yang sedang dijalankan.

“Saya melihat ada kemungkinan bahwa kebutuhan pembiayaan program-program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), turut memengaruhi ruang fiskal negara,” katanya kepada NU Online, Rabu (10/6/2026).

Mahasiswa Pascasarjana Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia itu mengingatkan bahwa setiap program pemerintah perlu menunjukkan hasil yang jelas, terukur, dan sebanding dengan anggaran yang telah dikeluarkan.

“Jangan sampai masyarakat diminta menanggung kenaikan biaya hidup, sementara efektivitas program yang menyerap anggaran besar masih menjadi perdebatan dan menghadapi berbagai persoalan implementasi di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, pengguna BBM nonsubsidi lainnya, Imam Nurwanto (26), menilai kenaikan harga BBM berpotensi menambah tekanan bagi kelompok masyarakat menengah dan bawah yang masih menghadapi tantangan ekonomi serta keterbatasan lapangan kerja.

Menurutnya, berbagai program strategis pemerintah perlu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Hal ini jelas bertentangan dengan nilai-nilai keadilan sosial. Program yang seharusnya menjadi sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat justru dikhawatirkan berimplikasi pada munculnya berbagai kebijakan yang memberatkan masyarakat,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Syakira (24). Ia menilai pemerintah perlu lebih memperhatikan kondisi masyarakat, terutama kelompok kelas menengah yang memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian nasional.

“Kelas menengah merupakan penggerak dan memiliki peran krusial bagi ekonomi negara. Ketika kesejahteraan mereka dikesampingkan, dampaknya akan sangat terasa terhadap perekonomian nasional,” terangnya.

Para narasumber berharap pemerintah dapat memastikan setiap kebijakan ekonomi yang diambil tetap mempertimbangkan kondisi masyarakat serta menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan kemampuan daya beli warga.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.