Wed,19 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Cerita Sastrawan Ahmad Tohari Berbagi Nasi Kotak Setiap Jumat

Cerita Sastrawan Ahmad Tohari Berbagi Nasi Kotak Setiap Jumat

cerita-sastrawan-ahmad-tohari-berbagi-nasi-kotak-setiap-jumat
Cerita Sastrawan Ahmad Tohari Berbagi Nasi Kotak Setiap Jumat
service

Banyumas, NU Online

Di balik kesederhanaan hidup yang selama ini dijalani dan digaungkan, Sastrawan Ahmad Tohari ternyata menjalankan tradisi berbagi yang konsisten bersama keluarganya.

Setiap malam Jumat, penulis Ronggeng Dukuh Paruk itu membagikan 50 nasi kotak kepada warga sekitar. Sebagian dibagikan di mushala, sementara sisanya diantarkan kepada warga yang tidak sempat datang.

“Itu setiap minggu. Setiap hari Jumat saya membagi 50 nasi kotak. Yang di mushala kira-kira 20, yang 30 di luar mushala karena mereka tidak datang ke mushala,” tuturnya saat perbincangan dengan NU Online di kediamannya Desa Tinggarjaya Kecamatan Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Semangat berbagi itu juga terlihat saat Idul Adha. Ahmad Tohari bercerita bahwa anak-anaknya membeli sapi kurban berukuran besar yang daginya dibagikan kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya dan wilayah sekitar.

Menurutnya, keluarga mereka memiliki prinsip sederhana dalam menjalani kehidupan, lebih memilih memberi daripada menerima. “Kami sekeluarga lebih memilih memberi daripada menerima,” ujarnya.

Prinsip tersebut, menurut Ahmad Tohari, bukanlah upaya mencari perhatian atau pencitraan. Semua dilakukan secara alami sebagai bagian dari nilai hidup yang selama ini diyakininya.

Ia merasa berbagai kebaikan yang dilakukan keluarganya telah dibalas oleh Tuhan dengan cara yang tidak terduga. Seluruh anaknya berhasil menempuh pendidikan tinggi hingga meraih gelar doktor dan kini bekerja di bidang masing-masing. Lebih dari itu, mereka juga tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kepedulian sosial.

“Semua anak saya studinya lancar. Mereka doktor semua, bekerja semua, dan sangat berjiwa sosial. Saya kira itu merupakan balasan dari Tuhan atas kebaikan kami kepada masyarakat,” katanya.

Pengakuan itu disampaikan tanpa nada kebanggaan berlebihan. Ahmad Tohari justru menegaskan bahwa kegiatan berbagi yang dilakukannya tidak pernah dimaksudkan untuk menarik perhatian publik.

“Saya tidak sedang menarik perhatian dengan itu semua. Itu saya lakukan dengan sendirinya,” ujarnya.

Bagi Ahmad Tohari, kebahagiaan tidak lahir dari banyaknya harta yang dimiliki, melainkan dari kemampuan berbagi dan memberi manfaat bagi sesama. Nilai itulah yang terus ia pegang, sejalan dengan prinsip hidup sederhana yang selama puluhan tahun menjadi tema besar kehidupannya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.