Wed,15 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Hukum
  3. Yakuza Maneges Laporkan Dugaan Pelecehan Santriwati ke Polres Malang

Yakuza Maneges Laporkan Dugaan Pelecehan Santriwati ke Polres Malang

yakuza-maneges-laporkan-dugaan-pelecehan-santriwati-ke-polres-malang
Yakuza Maneges Laporkan Dugaan Pelecehan Santriwati ke Polres Malang
service

Malang (beritajatim.com) – Organisasi sosial keagamaan Yakuza Maneges melaporkan dugaan pelecehan terhadap santriwati ke Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polres Malang, Sabtu (13/6/2026).

Tiba di Polres Malang sekitar pukul 15.40 WIB, Pimpinan Yakuza Maneges Gus Thuba Topo Broto Maneges mengawal langsung beberapa korban dugaan pelecehan untuk bertemu penyidik Satres PPA dan PPO.

Yakuza Maneges merupakan organisasi sosial keagamaan yang dimotori Gus Thuba, cucu ulama kondang Gus Miek dari Ponpes Lirboyo, Kediri. Yakuza Maneges baru saja dideklarasikan pada 2026 ini dengan berfokus pada dakwah inklusif untuk merangkul kaum marjinal dan “santri jalur kiri” agar berbenah diri.

Dikawal puluhan anggota Yakuza Maneges, Gus Thuba melaporkan oknum pengasuh Yayasan Pendidikan Islam ‘Baytul Makmur’ di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, berinisial MR.

Tak berselang lama, seorang pria yang diduga MR dengan wajah ditutupi jaket dan pengawalan anggota polisi digelandang menuju ruang pemeriksaan Satuan Reserse PPA dan PPO. Terdapat tiga korban dugaan pelecehan santri putri, masing-masing berinisial F, C, dan H.

Tim hukum korban dugaan pelecehan yang juga pengurus Yakuza Maneges Malang Raya, Muhammad Zaki, mengatakan ada tiga hingga empat korban yang masih di bawah umur.

“Ada yang masih jadi santri dan sudah alumni. Perilaku yang dilakukan tersangka ini sudah masuk extraordinary crime. Korban berada di bawah relasi kuasa pelaku dan tidak bisa melawan. Saya ini kan santri, ya. Santri kalau diapakan-apakan kiainya itu kan diam saja. Tidak berani speak up. Nah, kami di Yakuza Maneges akan mengawal kasus-kasus yang seperti ini,” tegasnya.

Kata Zaki, modus yang dilakukan biasanya berupa meraba-raba. Agar tidak bersuara, korban biasanya diberi atau diiming-imingi sesuatu seperti uang.

Zaki juga mengaku sudah bertemu terduga pelaku ketika digelandang polisi ke ruang pemeriksaan Satres PPO dan PPA. “Ya, tadi yang digelandang masuk ruang pemeriksaan itu pelakunya. Kita sempat berbicara, kok bisa berbuat seperti itu pada santriwati,” sesal Zaki. (yog/kun)

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.