Fri,17 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. MPIX Tambah Usaha Lewat Akuisisi Mobile Coin Asia, Manajemen Beber Dampak ke Keuangan

MPIX Tambah Usaha Lewat Akuisisi Mobile Coin Asia, Manajemen Beber Dampak ke Keuangan

mpix-tambah-usaha-lewat-akuisisi-mobile-coin-asia,-manajemen-beber-dampak-ke-keuangan
MPIX Tambah Usaha Lewat Akuisisi Mobile Coin Asia, Manajemen Beber Dampak ke Keuangan
service

KABARBURSA.COM – PT Mitra Pedagang Indonesia TbK(MPIX) berencana menambah kegiatan usaha industri penyediaan jasa pembayaran melalui akuisisi PT Mobile Coin Asia (MCA).

Direktur Utama MPIX, Abdul Muidz mengatakan dalam industri sistem pembayaran, Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) merupakan sektor vital yang memfasilitasi transaksi aman, cepat, dan efisien bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

“Industri ini mencakup berbagai layanan strategis seperti transfer dana, payment gateway, dompet elektronik, hingga remitansi dan pembayaran digital lainnya,” ujar dia dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Kamis 25 Juni 2026.

Abdul menilai, transformasi digital menjadi pendorong utama perkembangan industri ini, di mana pemanfaatan teknologi seperti Application Programming Interface (API), cloud computing, dan artificial intelligence (AI) memungkinkan transaksi dilakukan secara instan
dengan biaya lebih rendah.

Di Indonesia, kata dia, industri PJP menunjukkan tren pertumbuhan positif hingga tahun 2025, didorong oleh peningkatan aktivitas ekonomi digital dan perubahan perilaku masyarakat menuju transaksi non-tunai (cashless society).

“Berdasarkan data Bank Indonesia, pengiriman uang (remittance) di Indonesia mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar USD4.465,04 USD pada kuartal IV tahun 2025,” katanya  

Menurut Abdul, pertumbuhan itu selaras dengan peningkatan remitansi dari pekerja migran Indonesia serta perluasan ekosistem sistem pembayaran nasional melalui infrastruktur BI-FAST dan QRIS.

Pesatnya digitalisasi ekonomi, termasuk perkembangan e-commerce, ride hailing, dan social commerce, menjadi faktor utama yang mempercepat penetrasi jasa pembayaran digital.

“Inovasi seperti QRIS dan virtual account semakin meningkatkan kemudahan transaksi, khususnya bagi sektor UMKM yang merupakan basis pengguna utama Perseroan,” terang dia,

Selain itu, peningkatan inklusi keuangan memungkinkan masyarakat unbanked dan underbanked untuk mengakses layanan keuangan dengan lebih mudah melalui smartphone.

Secara keseluruhan, Abdul menjelaskan, dinamika industri jasa pembayaran menunjukkan tren yang semakin terintegrasi dengan ekosistem digital nasional.

Dukungan regulator melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan volume transaksi elektronik secara signifikan.

“Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pasar dalam rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan melalui akuisisi 60 persen ekuitas PT Mobile Coin Asia (MCA) yang bergerak pada bidang usaha Penyelenggara Jasa Pembayaran, maka disimpulkan bahwa aspek pasar ini adalah layak,” terangnya.

Adapun biaya investasi dalam rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan merupakan biaya akuisisi 60,00 persen saham MCA. Berdasarkan perjanjian, harga akuisisi 60,00 persen saham MCA adalah sebesar Rp28 miliar.

Abduk menyebut, perseroan akan membutuhkan sumber pendanaan atas rencana penambahan kegiatan usaha yang diperoleh dari kas sebesar Rp6,9 miliar dan piutang usaha sebesar Rp21,7 miliar.

Ia menambahkan, selama periode 2026 hingga 2030, kebutuhan biaya operasional diproyeksikan terus meningkat sejalan dengan meningkatnya volume transaksi dan pendapatan jasa pembayaran.

“Total proyeksi biaya operasional selama periode 2026 hingga 2030 diproyeksikan sebesar Rp48.400.760.295,” pungkas dia. (*)
 

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.