Fri,10 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Museum di Jakarta Bukan Cuma Tempat Simpan Barang Koleksi, tapi Juga Tempat Dunia Belajar Hidup Rukun

Museum di Jakarta Bukan Cuma Tempat Simpan Barang Koleksi, tapi Juga Tempat Dunia Belajar Hidup Rukun

museum-di-jakarta-bukan-cuma-tempat-simpan-barang-koleksi,-tapi-juga-tempat-dunia-belajar-hidup-rukun
Museum di Jakarta Bukan Cuma Tempat Simpan Barang Koleksi, tapi Juga Tempat Dunia Belajar Hidup Rukun
service

10 Juli 2026 16.03 WIB • 2 menit

Museum Sejarah Jakarta,/Pemprov DKI Jakarta.


Mungkin belum banyak yang tahu jika para profesional di bidang permuseuman dari berbagai negara akan berkumpul di Jakarta pada 2026 ini. Ya, mereka akan datang ke Jakarta dalam rangka konferensi bertajuk International Council of Museums, Committee for Education and Cultural Action (ICOM-CECA) Annual Conference 2026.

Untuk diketahui, ICOM-CECA adalah komite yang bernaung di bawah International Council of Museums (ICOM). Telah berdiri sejak 1968, ICOM-CECA menjadi wadah bagi para profesional museum untuk bertukar pengetahuan, pengalaman, serta memperkuat peran museum dalam kehidupan masyarakat.

Sederhananya, dalam ICOM-CECA, orang-orang yang bekerja mengurusi museum bisa saling berjejaring, belajar, serta bersama-sama memastikan agar museum mereka bisa semakin bermanfaat bagi banyak orang.

Nah, ICOM-CECA Annual Conference 2026 dijadwalkan diselenggarakan pada 9 hingga 14 November mendatang. Lantas, apa saja yang akan dibahas di sana?

ICOM-CECA Annual Conference 2026 mengusung tema “Museums in Divided Times: How to Foster Dialogue, Caring and a Sense of Belonging?”. Konferensi yang rencananya dihadiri lebih dari 200 profesional museum dari lebih dari 50 negara tersebut mengajak pesertanya untuk sama-sama melihat bahwa museum bukan cuma tempat menyimpan barang koleksi. Lebih dari itu, museum juga punya berbagai fungsi lain mulai dari ruang dialog, pembelajaran, kepedulian, dan penguatan rasa memiliki di tengah berbagai tantangan masyarakat global.

Banyak pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ICOM-CECA Annual Conference 2026 ini. Selain ICOM-CECA yang merupakan bagian dari Dewan Museum Internasional (ICOM) yang bermarkas besar di Paris, Prancis, ada pula Musee ID dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang ikut berkolaborasi.

Selama tiga tahun, berbagai pihak tersebut terus melakukan pendekatan intensif, komunikasi, dan diskusi. Pada akhirnya, jadilah Jakarta terpilih sebagai tuan rumah ICOM-CECA Annual Conference 2026.

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras hingga Jakarta dipercaya menjadi tuan rumah,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, dalam konferensi pers ICOM-CECA Annual Conference 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Jakarta Jadi Tuan Rumah ICOM-CECA Annual Conference 2026, Sejarah Baru Tercipta

Ternyata, ini adalah kali pertama Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah ICOM-CECA Annual Conference 2026. Tak ayal, sejarah baru pun tercipta di Jakarta bagi jagat permuseuman negeri ini.

“Kepercayaan ini menjadi bukti bahwa Jakarta memiliki kapasitas sebagai pusat kebudayaan sekaligus hub dialog budaya internasional,” tambah Mochamad Miftahulloh.

Berbagai rangkaian kegiatan pun disiapkan di Jakarta. Nantinya akan ada diskusi panel di sejumlah museum ikonik Jakarta, seperti Museum Bank Indonesia dan Museum Sejarah Jakarta, hingga kunjungan budaya ke Kepulauan Arkeologi Onrust. Dari segala kegiatan dan agenda di Jakarta, diharapkan ada pelajaran baru yang bisa dibawa pulang para peserta ke negaranya masing-masing.

“Indonesia merupakan contoh dari keberagaman dalam artian positif di mana kita sebenarnya memiliki benih bagaimana caranya hidup berdampingan dalam budaya yang multikultural dengan Bhinneka Tunggal Ika atau unity for diversity,” kata Direktur Eksekutif Musee ID, Nofa Farida Lestari.

Jakarta yang menjadi kota tuan rumah ICOM-CECA Annual Conference 2026 pun dianggap klop dengan nilai persatuan dalam keragaman yang diusung, mengingat Jakarta adalah melting pot bagi masyarakat dengan berbagai latar belakang budaya.

“Keberagaman kita dan filosofi cara hidup di Jakarta, Indonesia, bisa menjadi inspirasi dan contoh bagaimana kemudian museum-museum di dunia nantinya dapat merangkul berbagai etnis, berbagai perbedaan, dan berbagai pandangan dan cara hidup dalam sebuah dunia yang harmonis,” pungkasnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.