
Museum Sejarah Jakarta,/Pemprov DKI Jakarta.
Mungkin belum banyak yang tahu jika para profesional di bidang permuseuman dari berbagai negara akan berkumpul di Jakarta pada 2026 ini. Ya, mereka akan datang ke Jakarta dalam rangka konferensi bertajuk International Council of Museums, Committee for Education and Cultural Action (ICOM-CECA) Annual Conference 2026.
Untuk diketahui, ICOM-CECA adalah komite yang bernaung di bawah International Council of Museums (ICOM). Telah berdiri sejak 1968, ICOM-CECA menjadi wadah bagi para profesional museum untuk bertukar pengetahuan, pengalaman, serta memperkuat peran museum dalam kehidupan masyarakat.
Sederhananya, dalam ICOM-CECA, orang-orang yang bekerja mengurusi museum bisa saling berjejaring, belajar, serta bersama-sama memastikan agar museum mereka bisa semakin bermanfaat bagi banyak orang.
Nah, ICOM-CECA Annual Conference 2026 dijadwalkan diselenggarakan pada 9 hingga 14 November mendatang. Lantas, apa saja yang akan dibahas di sana?
ICOM-CECA Annual Conference 2026 mengusung tema “Museums in Divided Times: How to Foster Dialogue, Caring and a Sense of Belonging?”. Konferensi yang rencananya dihadiri lebih dari 200 profesional museum dari lebih dari 50 negara tersebut mengajak pesertanya untuk sama-sama melihat bahwa museum bukan cuma tempat menyimpan barang koleksi. Lebih dari itu, museum juga punya berbagai fungsi lain mulai dari ruang dialog, pembelajaran, kepedulian, dan penguatan rasa memiliki di tengah berbagai tantangan masyarakat global.
Banyak pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ICOM-CECA Annual Conference 2026 ini. Selain ICOM-CECA yang merupakan bagian dari Dewan Museum Internasional (ICOM) yang bermarkas besar di Paris, Prancis, ada pula Musee ID dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang ikut berkolaborasi.
Selama tiga tahun, berbagai pihak tersebut terus melakukan pendekatan intensif, komunikasi, dan diskusi. Pada akhirnya, jadilah Jakarta terpilih sebagai tuan rumah ICOM-CECA Annual Conference 2026.
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras hingga Jakarta dipercaya menjadi tuan rumah,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, dalam konferensi pers ICOM-CECA Annual Conference 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Jakarta Jadi Tuan Rumah ICOM-CECA Annual Conference 2026, Sejarah Baru Tercipta
Ternyata, ini adalah kali pertama Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah ICOM-CECA Annual Conference 2026. Tak ayal, sejarah baru pun tercipta di Jakarta bagi jagat permuseuman negeri ini.
“Kepercayaan ini menjadi bukti bahwa Jakarta memiliki kapasitas sebagai pusat kebudayaan sekaligus hub dialog budaya internasional,” tambah Mochamad Miftahulloh.
Berbagai rangkaian kegiatan pun disiapkan di Jakarta. Nantinya akan ada diskusi panel di sejumlah museum ikonik Jakarta, seperti Museum Bank Indonesia dan Museum Sejarah Jakarta, hingga kunjungan budaya ke Kepulauan Arkeologi Onrust. Dari segala kegiatan dan agenda di Jakarta, diharapkan ada pelajaran baru yang bisa dibawa pulang para peserta ke negaranya masing-masing.
“Indonesia merupakan contoh dari keberagaman dalam artian positif di mana kita sebenarnya memiliki benih bagaimana caranya hidup berdampingan dalam budaya yang multikultural dengan Bhinneka Tunggal Ika atau unity for diversity,” kata Direktur Eksekutif Musee ID, Nofa Farida Lestari.
Jakarta yang menjadi kota tuan rumah ICOM-CECA Annual Conference 2026 pun dianggap klop dengan nilai persatuan dalam keragaman yang diusung, mengingat Jakarta adalah melting pot bagi masyarakat dengan berbagai latar belakang budaya.
“Keberagaman kita dan filosofi cara hidup di Jakarta, Indonesia, bisa menjadi inspirasi dan contoh bagaimana kemudian museum-museum di dunia nantinya dapat merangkul berbagai etnis, berbagai perbedaan, dan berbagai pandangan dan cara hidup dalam sebuah dunia yang harmonis,” pungkasnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.
Tim Editor





Comments are closed.