Fri,10 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Hukum
  3. Terbongkar! Limbah Cucian Pasir Cemari Sungai di Madiun, Ada Pengusaha Tak Kantongi SIPA

Terbongkar! Limbah Cucian Pasir Cemari Sungai di Madiun, Ada Pengusaha Tak Kantongi SIPA

terbongkar!-limbah-cucian-pasir-cemari-sungai-di-madiun,-ada-pengusaha-tak-kantongi-sipa
Terbongkar! Limbah Cucian Pasir Cemari Sungai di Madiun, Ada Pengusaha Tak Kantongi SIPA
service

Madiun (beritajatim.com) – Setelah keluhan warga soal sungai yang berubah coklat dan dipenuhi endapan lumpur bergulir cukup lama, Polres Madiun akhirnya mengungkap hasil penyelidikan di 13 lokasi usaha cucian pasir. Temuannya menguatkan apa yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara mengakui air sungai yang keruh berasal dari aktivitas usaha cucian pasir di kawasan sempadan sungai. Meski limbah disebut telah melewati bak penampungan, pemisahan lumpur dan air tidak berjalan maksimal sehingga air buangan tetap mengalir ke sungai dalam kondisi keruh.

Tak berhenti di situ. Polisi juga menemukan persoalan perizinan. Sejumlah pelaku usaha diketahui masih memanfaatkan air tanah dengan izin yang sudah kedaluwarsa. Bahkan ada yang beroperasi tanpa mengantongi Surat Izin Pengambilan Air (SIPA).

“Pelaku usaha cucian pasir telah melengkapi perizinan NIB/OSS, adapun perizinan penggunaan air tanah/SIPA ada di antara pelaku usaha yang telah habis masa berlakunya serta ada yang belum memiliki izin SIPA,” ujar Kemas, Kamis (9/7/2026).

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan tentang efektivitas pengawasan terhadap aktivitas usaha yang diduga telah berlangsung cukup lama. Padahal, keluhan warga mengenai pencemaran sungai dan pendangkalan sudah berulang kali mencuat.

Kapolres memastikan penyelidikan belum berhenti. Jika ditemukan unsur pidana, kasus tersebut akan ditingkatkan ke proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku. [rbr/suf]

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.