Fri,10 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Kisah Penghuni Pertama Kampung Lakudo di Buton Tengah, Cerita Rakyat dari Sulawesi Tenggara

Kisah Penghuni Pertama Kampung Lakudo di Buton Tengah, Cerita Rakyat dari Sulawesi Tenggara

kisah-penghuni-pertama-kampung-lakudo-di-buton-tengah,-cerita-rakyat-dari-sulawesi-tenggara
Kisah Penghuni Pertama Kampung Lakudo di Buton Tengah, Cerita Rakyat dari Sulawesi Tenggara
service

Kisah Penghuni Pertama Kampung Lakudo di Buton Tengah, Cerita Rakyat dari Sulawesi Tenggara | Wikimedia Commons/Dani Albakia


Kampung Lakudo merupakan salah satu daerah yang berada di Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Ada sebuah cerita rakyat dari Sulawesi Tenggara yang menceritakan tentang kisah penghuni pertama di Kampung Lakudo dulunya.

Konon daerah ini dulunya tidak seramai sekarang. Pada waktu itu, hanya ada satu orang yang mendiami daerah tersebut.

Nantinya orang ini bertemu dengan seorang gadis dan menikah. Dari pernikahan inilah akhirnya dia mendapatkan keturunan yang konon menjadi penghuni awal di Kampung Lakudo.

Bagaimana kisah lengkap dari cerita rakyat Sulawesi Tenggara tersebut? Simak ulasannya dalam artikel berikut ini.

Kisah Penghuni Pertama Kampung Lakudo di Buton Tengah, Cerita Rakyat dari Sulawesi Tenggara

Dikutip dari buku Cerita Rakyat Buton dan Muna di Sulawesi Tenggara, alkisah pada zaman dahulu Kampung Lakudo belum dihuni banyak orang seperti saat sekarang. Pada waktu itu, hanya ada satu orang yang mendiami daerah tersebut.

Orang ini bernama Makadihi. Dia merupakan sosok pertama yang menghuni Kampung Lakudo.

Beberapa waktu kemudian, datang seseorang ke Kampung Lakudo. Pendatang ini bernama La Ode Gumpa.

Dia merupakan pendatang yang datang dari tanah Wolio. Begitu sampai di Kampung Lakudo, La Ode Gumpa langsung menemui Makadihi.

Dirinya meminta minum pada Makadihi. Dengan senang hati, Makadihi memberikan minum di atas tempurung pada La Ode Gumpa.

Setelah meminum air, La Ode Gumpa pergi meninggalkan Kampung Lakudo. Cerita pun beralih pada tokoh kita yang satu ini.

La Ode Gumpa kembali melanjutkan perjalanannya. Di tengah perjalanan, dia bertemu dengan seorang pencari buah bangkudu.

Percakapan pun terjadi di antara mereka. La Ode Gumpa pun diundang mendatangi rumah pencari buah bangkudu tersebut.

Sesampainya di sana, mata La Ode Gumpa tertuju pada istri dari pencari buah bengkudu itu. Istrinya yang cantik jelita ternyata membuat La Ode Gumpa jatuh hati.

Dengan kekuatan yang dia miliki, La Ode Gumpa pun mengusir pencari buah bengkudu itu dari rumahnya sendiri. Karena tidak bisa melawan pencari buah bengkudu itu akhirnya pergi dan meninggalkan sang istri di sana.

La Ode Gumpa kemudian tinggal bersama perempuan tersebut. Dia pun menganggap perempuan itu seperti istrinya sendiri.

Beberapa waktu berlalu, muncul suara gendang yang sangat keras hingga terdengar ke rumah La Ode Gumpa. Ternyata gendang ini berasal dari Kampung Lasohi.

Karena penasaran, La Ode Gumpa berniat untuk pergi ke Kampung Lasohi. Dia pun meminta izin pada istrinya untuk pergi ke sana.

Perempuan itu mengizinkan La Ode Gumpa pergi ke sana. Akhirnya berangkatlah La Ode Gumpa menuju Kampung Lasohi.

Perjalanan panjang dilalui oleh La Ode Gumpa menuju Kampung Lasohi. Setelah perjalanan tersebut, akhirnya sampailah La Ode Gumpa ke tempat yang dia tuju.

Ternyata ada sebuah keramaian di Kampung Lasohi. Kepala suku yang ada di sana tengah mengadakan sebuah acara untuk memingit anaknya.

Ketika anak kepala suku itu keluar, La Ode Gumpa langsung menangkapnya. Dia pun membawa anak gadis itu ke Kampung Lakudo.

Sesampainya di sana, La Ode Gumpa meninggalkan anak gadis itu bersama Makadihi. Mereka pun menikah dan melahirkan dua orang anak, La Ode Rede-Rede dan La Ode Ngkawera.

Konon dari keturunan inilah yang nantinya menjadi asal usul penghuni Kampung Lakudo hingga saat ini. Begitulah kisah di balik asal usul penghuni pertama yang mendiami Kampung Lakudo di Sulawesi Tenggara dulu.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.