
Kala Helatan Festival Ramayana Internasional Digelar di Indonesia pada 1971 yang Dihadiri Banyak Negara | Indonesia Raya 10 Agustus 1971
Sendratari Ramayana adalah merupakan salah satu pertunjukkan kesenian yang ada di Indonesia. Apakah Kawan pernah menyaksikan penampilan dari kesenian ini sebelumnya.
Bagi Kawan yang berasal dari daerah Yogyakarta dan sekitarnya, tentu sudah tidak asing lagi dengan pertunjukan seni ini. Sebab Pertunjukan Sendratari Ramayana secara rutin digelar di Candi Prambanan setiap minggunya.
Bahkan helatan Sendratari Ramayana Prambanan ini sudah berlangsung sejak lama. Dinukil dari laman Injourney Destinations, helatan Sendratari Ramayana ini sudah berlangsung sejak 1961 silam.
Bahkan Sendratari Ramayana Prambanan menjadi pertunjukkan tertua di Asia Tenggara yang masih rutin menyelenggarakan pementasan ini hingga saat sekarang. Hal ini tentu memiliki nilai budayanya tersendiri dari perjalanan panjang pementasan tersebut.
Kepopuleran Sendratari Ramayana ternyata tidak serta merta terjadi begitu saja. Ada berbagai upaya yang dilakukan di masa silam untuk mengenalkan kesenian ini ke kancah dunia.
Salah satu upaya mengenalkan kesenian ini pernah terjadi pada 1971 silam. Pada waktu itu, terdapat sebuah rangkaian acara yang digelar di Indonesia dengan tajuk “Festival Ramayana Internasional.”
Bagaimana momen saat berlangsungnya acara tingkat internasional yang terjadi di Indonesia pada 1971 silam? Simak ulasannya dalam artikel berikut ini.
Helatan Festival Ramayana Internasional 1971
Dinukil dari artikel “Presiden Akan Resmikan Ramayana Internasional” yang terbit di surat kabar Indonesia Raya edisi 10 Agustus 1971, Festival Ramayana Internasional merupakan salah satu acara besar yang berlangsung di Indonesia pada 1971 silam. Acara ini berlangsung selama hampir setengah bulan, mulai dari 31 Agustus hingga 17 September 1971.
Pada acara pembukaan yang berlangsung di Pandaan, Jawa Timur, beberapa pejabat tinggi negara turut hadir dalam helatan tersebut. Bahkan pembukaan acara bertaraf internasional ini dibuka langsung oleh Presiden Soeharto dengan pemukulan gong tanpa penyampaian pidato,
Persiapan acara pun sudah dilakukan sejak jauh hari. Dalam artikel tersebut dijelaskan jika rapat pleno panitia sudah dilakukan sejak beberapa minggu sebelum rangkaian acara dimulai.
Dihelat di Beberapa Daerah
Pandaan menjadi daerah awal tempat pembukaan Festival Ramayana Internasional pada waktu itu. Setelah dibuka oleh Presiden Soeharto, pertunjukkan sendratari ramayana pun digelar dari berbagai macam tim yang hadir.
Selain Indonesia, ada beberapa negara tetangga yang juga turut hadir dalam acara Festival Ramayana Internasional tersebut. Beberapa negara yang turut hadir dalam rangkaian acara ini di antaranya Myanmar, India, Republik Khmer, Malaysia, Nepal, dan Thailand.
Semua negara ini nantinya akan secara bergantian menampilkan pertunjukkan yang menceritakan tentang perjalanan Rama menyelamatkan Sita dari Rahwana. Tidak hanya di Pandaan, rangkaian Festival Ramayana Internasional ini juga digelar di beberapa daerah lainnya, mulai dari Denpasar, Yogyakarta, dan berakhir di Jakarta.
Secara umum, para peserta dari berbagai negara akan menampilkan pementasan dalam beberapa kali pertunjukkan. Di Pandaan, setiap tim akan melakukan pementasan sebanyak tiga kali.
Sementara itu, di tiga daerah lainnya, setiap tim akan berkesempatan untuk tampil sebanyak satu kali.
Tonggak Penting untuk Sendratari Ramayana Indonesia
Berlangsungnya Festival Ramayana Internasional pada 1971 menjadi tonggak penting dalam perjalanan pertunjukkan Sendratari Ramayana di Indonesia. Helatan ini menjadi langkah awal untuk mengenalkan pertunjukkan Sendratari Ramayana khas Indonesia ke kancah dunia pada waktu itu.
Selain itu, keterlibatan beberapa negara lain dalam rangkaian acara juga menghadirkan penampilan epos Ramayana sesuai dengan versi budaya masing-masing. Adanya pementasan yang beragam tersebut tentu menjadi daya tarik tersendiri dari helatan Festival Ramayana Internasional yang digelar pada waktu itu.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.
Tim Editor




Comments are closed.