Fri,10 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Ali Sadikin dan Warisannya untuk Jakarta yang Dikenang Gubernur Pramono

Ali Sadikin dan Warisannya untuk Jakarta yang Dikenang Gubernur Pramono

ali-sadikin-dan-warisannya-untuk-jakarta-yang-dikenang-gubernur-pramono
Ali Sadikin dan Warisannya untuk Jakarta yang Dikenang Gubernur Pramono
service

Mural Ali Sadikin | Pemprov DKI Jakarta


Ali Sadikin adalah salah satu sosok berjasa di balik gemerlapnya Jakarta sebagai ibu kota Indonesia. Lelaki yang biasa dipanggil Bang Ali ini adalah Gubernur DKI Jakarta periode 1966-1977 yang meletakkan fondasi penting dalam pembangunan Jakarta, khususnya dalam hal pengembangan seni, budaya, dan ruang publik.

Salah satu warisan Ali Sadikin yang masih hidup hingga saat ini adalah Taman Ismail Marzuki (TIM). TIM menjadi ruang tumbuhnya seni, budaya, dan kreativitas di tengah ramainya ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa sosok Bang Ali sangat berjasa. Pihaknya berkomitmen untuk menjaga warisan Bang Ali.

“Bagi saya pribadi, bukan hanya pembangunan fisik yang menjadi warisan terbesar Bang Ali, tetapi juga keberanian beliau membangun ekosistem seni dan budaya. Siapa pun gubernur Jakarta tidak mungkin tidak melanjutkan apa yang telah diwariskan Bang Ali,” kata Pramono melalui jakarta.go.id.

Ali Sadikin dan Cintanya pada Budaya Betawi

Disadur dari situs resmi Budaya Betawi Institut Kesenian Jakarta, Bang Ali sangat berjasa dalam pembangunan pusat kesenian di Jakarta. Jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta kala itu ia manfaatkan sebaik mungkin untuk meresmikan pemakaian kembali Balai Budaya yang menjadi lokasi berkumpulnya seniman-seniman Jakarta.

Ia memandang Balai Budaya sebagai satu-satunya wadah seniman di DKI Jakarta kala itu sudah tak cukup untuk menampung seniman untuk berkreasi dan menuangkan gagasan seninya. Oleh karena itu, Bang Ali bersama jajaran Pemerintah DKI Jakarta pun membentuk Badan Kerja Sama Seni dan Budaya (BKS).

Sebagai seorang negarawan yang mengerti seni, ia mendengarkan anjuran tiga seniman muda kala itu, di mana Bang Ali setuju untuk membangun sebuah wadah yang sesuai untuk menampung ide dan kreativitas kesenian. Bahkan, pemerintah menyerahkan sepenuhnya terkait perencanaan dan konsepnya kepada para seniman.

Bang Ali turut meminta stafnya untuk mencari lokasi yang pas untuk Pusat Kesenian Jakarta. Setelah melakukan pencarian di berbagai kawasan, akhirnya diputuskanlah untuk menggunakan lahan di kawasan Menteng sebagai tempat untuk membangun pusat kesenian.

Dari sinilah awal mula terbentuknya TIM. Tempat ini menjadi wadah bagi para seniman Indonesia di DKI Jakarta.

Awalnya, area TIM adalah ruang rekreasi umum Taman Raden Saleh (TRS). Di sekitarnya juga aada dua gedung bioskop yang ramai dikunjungi warga. Tak hanya itu, ada pula bagian yang dijadikan Kebun Binatang Jakarta yang kemudian dipindah ke Ragunan. Bang Ali sendiri meresmikan pusat kesenian itu pada 10 November 1968.

Selain TIM, Bang Ali juga mengembangkan berbagai proyek di Jakarta, seperti proyek Senen, Taman Impian Jaya Ancol, Taman Ria Monas, Taman Ria Remaja, Kota Satelit Pluit di Jakarta Utara, sampai pelestarian budaya Betawi di kawasan Condet.

Bang Ali juga menjadi sosok pencetus pesta rakyat yang dilaksanakan tiap tahunnya di bulan Juni tanggal 22 di Jakarta. Ia juga berupaya menghidupkan kembali berbagai aspek budaya Betawi, seperti kerak telor, ondel-ondel, lenong, sampai topeng Betawi.

Melestarikan Peninggalan Ali Sadikin di Jakarta

Jakarta yang kini berdiri sebagai megapolitan disebut Pramono Anung harus tetap berpijak pada sejarah dan budaya. Hal ini selaras dengan semangat yang diturunkan oleh Bang Ali semasa kepemimpinannya dahulu.

Pramono ingin mneguatkan ekosistem seni dan budaya di Jakarta agar generasi muda memahami perjalanan pembangunan kota ini sekaligus memiliki rasa kepemilikan terhadap Jakarta.

Selain terus menghidupkam TIM, Pemprov DKI Jakarta juga terus memperkuat pembangunan kota lewat transportasi publik yang terintegrasi, pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD), dan menata Pasar Baru serta Pasar Tua. Upaya ini juga sejalan dengan pelestarian budaya Betawi lewat revitalisasi Setu Babakan dan penguatan unsur budaya Betawi dalam berbagai kegiatan pemerintah.

“Menjelang Jakarta memasuki usia lima abad pada 2027, kita ingin membangun Jakarta sebagai kota global yang modern, tetapi tetap berkarakter, menghargai sejarah, dan menjadikan kebudayaan sebagai identitas sekaligus kekuatan kota,” ujar Pramono.

Tak luput, Pramono mengajak serta seluruh warga ibu kota untuk mewariskan nilai-nilai yang ditinggalkan Ali Sadikin. Keberanian inovasi, berpikir jangka panjang, dan membangun demi kepentingan masyarakat merupakan teladan kepemimpinan yang akan terus relevan bagi pembangunan Jakarta.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.