Sat,11 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kasus Gigitan Komodo, Apakah Satwa Purba Ini Menyerang Manusia?

Kasus Gigitan Komodo, Apakah Satwa Purba Ini Menyerang Manusia?

kasus-gigitan-komodo,-apakah-satwa-purba-ini-menyerang-manusia?
Kasus Gigitan Komodo, Apakah Satwa Purba Ini Menyerang Manusia?
service

Setiap kali muncul kabar warga atau wisatawan digigit komodo, pertanyaan yang sama selalu mengemuka: mengapa satwa purba ini menyerang manusia? Banyak orang menganggap komodo (Varanus komodoensis) sebagai predator yang agresif. Padahal, para peneliti menyebut anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Sebagian besar kasus justru terjadi karena manusia dan komodo bertemu dalam situasi yang memicu respons alami satwa tersebut. Komodo merupakan predator puncak yang telah hidup di Kepulauan Komodo, Rinca, Gili Motang, Gili Dasami, dan sebagian Flores selama jutaan tahun. Mangsa alaminya adalah rusa, babi hutan, monyet, hingga kerbau. Manusia bukan bagian dari menu utama maupun target buruannya. Lalu, mengapa gigitan ke manusia dapat terjadi? Menurut para peneliti, komodo umumnya menyerang ketika merasa terganggu, terkejut, atau ketika akses menuju sumber makanannya terhalang. Sebagai predator, mereka tidak menghabiskan energi mengejar sesuatu tanpa alasan. Respons menggigit lebih sering muncul sebagai bagian dari naluri mempertahankan diri atau mempertahankan sumber daya yang dianggap penting. Sejumlah kasus yang pernah terjadi menunjukkan pola yang serupa. Ada warga yang digigit saat mencari madu di kawasan hutan Pulau Rinca, wilayah yang relatif jarang dilalui manusia. Komodo di lokasi seperti ini cenderung lebih liar dibandingkan individu yang terbiasa melihat wisatawan. Kasus lain terjadi ketika seseorang duduk di atas batu yang ternyata menutupi bangkai rusa. Tanpa disadari, orang tersebut menghalangi jalan komodo menuju makanannya. Dalam peristiwa berbeda, seekor komodo yang sedang mengejar kambing justru menggigit manusia yang berada paling dekat setelah mangsanya berhasil lolos. Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa komodo tidak secara aktif memburu manusia. Sebaliknya, sebagian besar insiden dipicu oleh interaksi…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.