Di tengah tekanan perikanan, pariwisata, dan perubahan iklim, Taman Nasional Komodo menjadi salah satu tempat paling penting bagi kelangsungan hidup pari manta karang (Mobula alfredi). Sebuah penelitian terbaru tahun 2022, mencatat sedikitnya 1.085 individu pari manta karang hidup di kawasan ini, menjadikannya populasi terbesar yang pernah didokumentasikan di dunia. Pari manta memilih perairan Komodo karena kaya plankton, sumber makanan utama mereka. Selain mencari makan, kawasan ini juga menjadi lokasi berkembang biak dan “stasiun pembersihan”, tempat ikan-ikan kecil membersihkan parasit dari tubuh pari manta. Menurut peneliti utama riset tersebut, Elitza Germanov dari Marine Megafauna Foundation, jumlah ini kemungkinan masih belum mencakup seluruh individu yang menghuni seluruh kawasan. Temuan ini memberi secercah harapan bagi spesies yang kini berstatus Rentan menurut Daftar Merah IUCN. Para ilmuwan menyebut populasi besar seperti di perairan TN Komodo dapat menjadi benteng terakhir yang menjaga spesies ini dari kepunahan lokal di berbagai wilayah lain. Meski Indonesia telah melarang penangkapan dan perdagangan pari manta sejak 2014, ancaman belum sepenuhnya hilang. Penangkapan ikan ilegal masih terjadi, sementara pari manta juga kerap menjadi tangkapan sampingan yang tidak disengaja. Dalam penelitian tersebut, 56 individu ditemukan memiliki luka yang diduga berasal dari alat tangkap perikanan. Tekanan juga datang dari sektor pariwisata. Meningkatnya aktivitas wisata bahari berpotensi mengganggu perilaku alami pari manta. Satwa ini dapat tertabrak kapal atau baling-baling, serta sensitif terhadap kebisingan dan kehadiran manusia yang berlebihan. Jika berlangsung terus-menerus, gangguan tersebut dikhawatirkan mempengaruhi kesehatan hingga keberhasilan reproduksi mereka. Di luar aktivitas manusia, krisis iklim memperumit keadaan. Kenaikan suhu laut, pengasaman laut, dan…This article was originally published on Mongabay
Perairan Taman Nasional Komodo, Benteng Terakhir Pari Manta Karang
Perairan Taman Nasional Komodo, Benteng Terakhir Pari Manta Karang




Comments are closed.