Fri,17 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Anggi Wahyuda Sebut Pendakian Gunung Paling Sulit Sejauh Ini: Tantangannya Harimau

Anggi Wahyuda Sebut Pendakian Gunung Paling Sulit Sejauh Ini: Tantangannya Harimau

anggi-wahyuda-sebut-pendakian-gunung-paling-sulit-sejauh-ini:-tantangannya-harimau
Anggi Wahyuda Sebut Pendakian Gunung Paling Sulit Sejauh Ini: Tantangannya Harimau
service

16 Juli 2026 21.00 WIB • 2 menit

Anggi Wahyuda. (Foto: YouTube/Good News From Indonesia)


Anggi Wahyuda adalah creator content yang saat ini menjadi sering muncul kontennya dalam sejumlah platform media sosial. Konten-konten yang diciptakannya berupa hobinya yang menguras tenaga seperti lari dan mendaki gunung dari satu tempat ke tempat lainnya.

Namun, Anggi tidak seperti pelari dan pendaki gunung pada umumnya. Ia hanya memiliki satu kaki setelah kakinya diamputasi seusai kecelakaan menimpanya semasa SMA pada 2015 lalu. Untuk berjalan terlebih mendaki gunung, Anggi pun mesti menggunakan sepasang kruk yang dibawanya ke mana saja.

Kekurangan justru tidak membuat Anggi terpuruk. Semangatnya untuk hidup masih dan bahkan terus menyala sehingga ia menjadi pelari dan pendaki gunung yang istimewa bermodalkan satu kaki yang tersisa.

Tetap Ceria

Kehilangan salah satu anggota tubuh karena insiden jelas membuat siapapun akan bersedih. Termasuk juga Anggi yang mengaku merasakan masa-masa depresi selama dua tahun pascakecelakaan yang menimpanya.

Kondisi psikologisnya semakin berat tatkala Anggi harus memupuskan cita-citanya. Beban bertambah pula karena ia harus beradaptasi dan menenangkan kerabatnya dengan kondisinya yang tidak seperti dulu lagi.

“Orang-orang paling banyak depresi adalah orang yang disabilitasnya karena kecelakaan bukan dari lahir. Kalau dia dari lahir sudah dikuatkan keluarganya. Nah, kalau dia kecelakaan dan sebagainya, dia yang harus nguatin keluarganya dan sebagainya. Makanya berat banget,” ujar Anggi kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.

Akan tetapi, Anggi berupaya untuk bangkit. Keceriaan terus dibagikannya melalui akun media sosialnya tempat ia berbagi, bertumbuh sekaligus belajar. Kegiatan berlari hingga mendaki gunung memberi pembuktian bahwa ia tetap kuat meskipun berstatus difabel.

“Semakin kita depresi kan enggak buat kita jadi lebih baik, tapi buat kita jadi lebih buruk. Makanya kalau ada masalah udah ketawa aja. Dibilang orang gila enggak apa-apa, kan kita enggak di jalan,” kata Anggi yang kini sudah memiliki ratusan ribu pengikuti di sejumlah platform.

Harimau di Gunung Leuser

Sejumlah pendakian telah Anggi jalani demi menuntaskan rasa penasarannya. Salah satu tempat pendakian yang pernah dijamah olehnya ialah basecamp Gunung Everest yang dilakukannya pada 2025 lalu.

Namun, dibandingkan Everest, Anggi memilih Gunung Leuser yang memberikan kesan sekaligus tantangan yang sulit dilupakannya. Bukan cuaca kurang bersahabat ataupun trek terjal, karena menurut Anggi tantangan yang membuatnya was-was ialah bertemu harimau Sumatra.

“Gunung Leuser, Aceh. Itu 12 hari 11 malam. Tantangannya bukan cuaca dingin, bukan trek sulit. Harimau,” kata Anggi dengan mimik meyakinkan.

Mengenai risiko bertemu hewan buas memang sudah disadari sedari dini oleh Anggi sebelum melakukan pendakian. Meski sudah mengetahui risikonya, ia menebalkan mental untuk menghadapinya agar suatu saat pendaki disabilitas mendapat kepercayaan banyak orang termasuk dari pemerintah.

“Kalau aku berhasil, tingkat kepercayaan orang bakal lebih tinggi,” kata Anggi lagi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.