Bincangperempuan.com- Ketika foto kamu di media sosial tiba-tiba terus disukai oleh seorang laki-laki yang bukan pengikut (follower) akunmu, lalu tak lama kemudian kekasih dari laki-laki tersebut mengirimkan pesan langsung (direct message) kepadamu, apa yang akan kamu lakukan? Pilihan paling bijak dan elegan adalah langsung memblokir akun laki-laki tersebut tanpa drama. Tanpa kamu sadari, tindakan itu menunjukkan bahwa kamu sedang menerapkan prinsip sebagai seorang girls’ girl.
Tapi apa sih sebenarnya makna asli dari istilah girls’ girl yang sering berseliweran di media sosial? Istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan sosok perempuan yang aktif mendukung, melindungi, dan membangun sesama perempuan. Istilah ini muncul sebagai lawan dari pick-me girl—yaitu sebutan untuk perempuan yang gemar merendahkan sesamanya demi mendapatkan perhatian dan validasi dari kaum laki-laki. Walaupun sebagian orang menganggap istilah ini hanyalah tren bahasa gaul internet, konsep ini membawa isu penting yang berakar kuat pada nilai solidaritas perempuan (sisterhood) serta esensi dari feminisme sejati dalam kehidupan nyata.
Menjadi girls’ girl bukan berarti kita harus selalu membenarkan tindakan perempuan lain secara buta tanpa nalar kritis. Ini lebih kepada komitmen sadar untuk menolak budaya kompetisi yang merusak, di mana perempuan sengaja diadu domba untuk saling menjatuhkan. Ketika melihat perempuan lain, sudut pandang utama kita seharusnya diisi oleh rasa empati dan solidaritas, bukan rasa cemburu atau keinginan untuk bersaing.
Baca juga: Patriarki yang Diam-Diam Hidup dalam Pikiran Perempuan
Sebagai panduan, berikut adalah tindakan nyata sehari-hari yang merangkum esensi dasar untuk menjadi seorang girls’ girl sejati:
1. Solidaritas Pembalut dan Emergency Kit di Toilet
Seorang girls’ girl biasanya selalu siap sedia membawa pembalut cadangan atau tisu di dalam tasnya. Ketika berada di toilet umum dan mendengar ada perempuan lain—bahkan yang tidak kita kenal—sedang panik karena mengalami situasi darurat tiba-tiba datang menstruasi, kita tidak akan ragu untuk langsung membantu. Menyelamatkan hari perempuan lain dari noda di pakaian di sin menjadi bentuk solidaritas sesama perempuan.
2. Merayakan Kesuksesan Perempuan Lain Tanpa Rasa Insecure
Rasa cemburu sebenarnya adalah emosi manusiawi yang wajar. Namun, emosi negatif tersebut tidak boleh dibiarkan mengendalikan diri kita. Berdasarkan riset psikologi, membiasakan diri untuk memiliki pola pikir kelimpahan (abundance mindset) ketimbang pola pikir kelangkaan (scarcity mindset) akan membawa kepuasan profesional dan personal yang jauh lebih besar. Ketika teman perempuanmu berhasil meraih promosi jabatan, mencapai target pribadi, atau sekadar tampil memukau dengan pakaian barunya, rayakanlah bersamanya. Pujilah dengan tulus karena keberhasilan orang lain sama sekali tidak akan mengurangi jatah atau memperkecil peluangmu untuk sukses.
3. Menjadi Tempat Aman (Safe Space) Tanpa Gosip Toksik
Membicarakan keburukan orang lain di belakang punggung memang menggoda, tetapi kebiasaan buruk ini perlahan akan merusak fondasi rasa percaya. Cobalah menjadi sosok perempuan yang mampu mendengarkan keluh kesah sesama tanpa langsung menghakimi, memberikan semangat tanpa adanya motif terselubung, dan menjaga kerahasiaan cerita dengan rapat. Perempuan di lingkungan kerja maupun sosial sudah sering memikul beban yang tidak terlihat. Menjadi tempat bersandar yang aman tanpa tambahan drama adalah kontribusi terbaik untuk kesehatan mental bersama.
4. Menegakkan Batasan Diri yang Tegas
Menjadi sosok yang suportif bukan berarti kamu harus membiarkan dirimu menjadi keset yang bisa diinjak-injak oleh orang lain. Kamu tetap bisa menjadi seorang girls’ girl yang baik hati sambil tetap menjaga batasan diri yang sehat. Jika ada perempuan di lingkaran pertemananmu yang secara konsisten menguras energimu secara toksik atau memperlakukanmu dengan buruk, sangat diperbolehkan untuk melangkah mundur. Menyayangi perempuan lain harus selalu dimulai dengan belajar menghargai dirimu sendiri terlebih dahulu.
5. Menemukan dan Merawat Lingkaran Pertemanan yang Sehat
Kelilingi dirimu dengan orang-orang yang mencerminkan nilai-nilai kebaikan yang kamu junjung tinggi. Temukan sahabat-sahabat perempuan yang mampu menginspirasi, menyemangati, sekaligus berani menegur serta mengingatkanmu dengan cara yang baik ketika kamu melakukan kesalahan. Memiliki jaringan pertemanan perempuan yang erat dan solid akan menjadi benteng pertahanan utama ketika dunia luar sedang berusaha menjatuhkanmu. Hidup akan terasa jauh lebih ringan dan menyenangkan ketika kita memiliki kelompok yang tulus untuk saling menguatkan. Di Indonesia, semangat gotong royong antar perempuan sebenarnya sudah ada sejak lama, dari arisan ibu-ibu hingga komunitas UMKM. Kita hanya perlu menguatkan dan mengembangkannya di era digital yang penuh perbandingan
Baca juga: Kenapa Perempuan Sering Merasa Kurang Percaya Diri? Apa yang Bisa Dilakukan?
Mengapa Girls’ Girl Sangat Diperlukan Saat Ini?
Di era algoritma media sosial yang sengaja mempromosikan drama antar perempuan demi menaikkan engagement, menjadi girls’ girl adalah bentuk perlawanan politik sehari-hari yang paling efektif. Patriarki tidak selalu muncul dalam bentuk kekerasan fisik. Malah serimg hadir melalui budaya yang mendorong perempuan untuk saling curiga, saling bandingkan penampilan, dan saling sikut demi validasi laki-laki.
Data Komnas Perempuan tahun-tahun terakhir menunjukkan betapa tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan, mulai dari kekerasan domestik hingga pelecehan di ruang publik dan daring. Semakin kita terpecah belah, semakin mudah kita ditindas. Sebaliknya, semakin solid sisterhood kita, semakin kuat posisi tawar kita sebagai perempuan.
Mari ubah narasi lama yang sudah usang. Perempuan bukan musuh satu sama lain. Kita adalah sekutu yang saling melengkapi. Hanya dengan saling merangkul, kita bisa menciptakan dunia yang lebih adil, lebih aman, dan lebih memberdayakan bagi semua perempuan — tanpa kecuali.
Referensi:
- Swearingen, E. (n.d.). How to be a “girls’ girl” in a world of meanies. https://www.swearingenlcsw.com/blog/how-to-be-a-girls-girl-in-a-world-of-meanies
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel





Comments are closed.