Jakarta, Arina.id—Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menerima kunjungan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Gus Yahya didampingi sejumlah pengurus PBNU, antara lain Wakil Ketua Umum PBNU H Amin Said Husni, Ketua PBNU Rumadi Ahmad, dan pengurus lembaga.
Dalam kesempatan itu, Gus Yahya menyampaikan sejumlah hal yang ia diskusikan bersama Purbaya.
Pertama , ia menyampaikan bahwa NU memiliki struktur jaringan organisasi yang dapat ditawarkan sebagai saluran untuk menyampaikan agenda-agenda nasional pemerintah ke masyarakat masif.
“Karena ini sudah kita kerjakan sejak akhir 2022 dengan hasil yang bisa diukur selama ini melalui berbagai program, seperti Gerakan Keluarga Maslahat dan lain sebagainya,” katanya.
Kedua , lanjut Gus Yahya, NU sekarang ini juga sudah mulai melakukan keterlibatan investasi bisnis sebagai entitas internasional dan berkonsultasi dengan keuangan dan regulasi terkait.
“Semua yang dilakukan tidak ada tujuannya selain untuk membantu negara dan masyarakat kita bisa disambung dengan inisiatif-inisiatif pemerintah,” katanya.
Sementara itu, Purbaya menyampaikan bahwa tujuan awalnya adalah silaturahmi mengingat kunjungannya pertama sebagai menteri. Sebelumnya pernah ke PBNU beberapa tahun lalu saat belum menjadi menteri.
“Tadi diskusi dengan beberapa pengurus nu. Ada beberapa proyek dari nu yang mungkin pemerintah juga bisa mendukung karena tujuannya baik,” katanya.
Ia menyebut ikhtiar PBNU dalam pengolahan sampah untuk bahan pupuk hingga bangunan.
“Jadi, kalau pemerintah bisa membantu itu ya saya pikir akan bagus sehingga proyeknya bisa berjalan,” lanjutnya.
Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan bahwa investasi yang dikerjasamakan dengan PBNU juga akan mempelajarinya.
“Kalau memang bisa berjalan sesuai dengan pasar yang ada dan risikonya terkendali kita akan mendukung,” imbuhnya.





Comments are closed.