Wed,29 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Orang Tua di Negara Ini Disebut Paling Tidak Bahagia, Begini Alasannya…

Orang Tua di Negara Ini Disebut Paling Tidak Bahagia, Begini Alasannya…

orang-tua-di-negara-ini-disebut-paling-tidak-bahagia,-begini-alasannya…
Orang Tua di Negara Ini Disebut Paling Tidak Bahagia, Begini Alasannya…
service

Jakarta

Menjadi orang tua sering kali dianggap sebagai salah satu pengalaman paling membahagiakan dalam hidup. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian, Bunda.

Tingkat kebahagiaan orang tua ternyata dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari tekanan ekonomi, tuntutan pekerjaan, hingga minimnya dukungan sosial. Bahkan, di salah satu negara, para orang tua disebut memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih rendah dibandingkan negara lain.

Lantas, apa yang menjadi penyebabnya? Simak penjelasannya menurut psikolog berikut ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Orang tua di Amerika Serikat disebut tidak bahagia

Dilansir dari laman Times of India, negara di mana para orang tua disebut tidak bahagia adalah Amerika Serikat (AS). Fakta tersebut diketahui dari laporan World Happiness Report 2025, yang bekerjasama dengan Gallup dan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), dan dipublikasikan di Wellbeing Research Center University of Oxford. Laporan ini juga melibatkan para ekonom dan psikolog terkemuka.

Menurut laporan, orang tua di AS memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih rendah daripada orang dewasa tanpa anak dan orang tua di banyak negara berpenghasilan tinggi lainnya. Laporan ini mengacu pada data yang dikumpulkan selama beberapa tahun.

Penyebab orang tua di AS tidak bahagia

Para peneliti menekankan bahwa temuan ini tidak berarti orang tua di AS kurang mencintai anak-anaknya ya, Bunda. Sebaliknya, ini mencerminkan tekanan, yang disebabkan oleh meningkatnya biaya perawatan anak, masalah finansial, dukungan sosial yang terbatas, dan meningkatnya tuntutan pengasuhan di era modern.

Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa ‘kesenjangan kebahagiaan orang tua’ sangat bervariasi dari satu negara ke negara lain. Di negara-negara dengan jaring pengaman sosial yang lebih kuat, seperti perawatan anak yang terjangkau dan cuti orang tua yang sesuai, orang tua sering melaporkan tingkat kebahagiaan yang serupa atau bahkan lebih tinggi daripada mereka yang bukan orang tua.

Sayangnya, Amerika Serikat berbeda dengan negara-negara tersebut. Dibandingkan dengan banyak negara berpenghasilan tinggi lainnya, keluarga di AS menerima cuti orang tua berbayar yang relatif terbatas, menghadapi biaya perawatan anak yang tinggi, dan sering memikul tanggung jawab di mana mereka sulit menyeimbangkan karier dan pengasuhan anak karena dukungan institusional yang lebih sedikit.

Para psikolog berpendapat bahwa tekanan struktural tersebut yang membuat pengasuhan anak menjadi sangat sulit, jadi bukan karena anak-anak itu sendiri.

Tekanan finansial yang membuat orang tua di AS tidak bahagia

Salah satu penyebab orang tua di AS tidak bahagia adalah tekanan finansial. Dari perawatan anak dan perawatan kesehatan hingga pendidikan dan perumahan, biaya membesarkan anak di AS terus meningkat.

Selain itu, banyak orang tua mendapati diri mereka sulit menyeimbangkan berbagai tanggung jawab keuangan sambil mengkhawatirkan masa depan anak-anaknya.

Tekanan finansial tersebut telah lama dikaitkan dengan stres kronis, kecemasan, dan kepuasan hidup yang lebih rendah. Ketika keputusan pengasuhan anak sehari-hari dikaitkan dengan ketidakpastian ekonomi, maka momen-momen yang menyenangkan pun dapat terasa dibayangi oleh tekanan bagi para orang tua ini.

Tekanan untuk menjadi ‘orang tua yang sempurna’

9 Kalimat yang Ingin Didengar Anak dari Orang Tuanya saat Sedih atau BahagiaIlustrasi/Foto: Getty Images/kate_sept2004

Pengasuhan anak modern juga menjadi salah satu penyebab banyak orang tua di AS merasa tidak bahagia. Para ahli mengatakan bahwa orang tua saat ini diharapkan selalu ada untuk anaknya, responsif secara emosional, terlibat secara akademis, dan aktif secara sosial.

Tak hanya itu, media sosial sering memperkuat label untuk menjadi ‘orang tua yang sempurna. Di media sosial, banyak orang sering menampilkan citra keluarga yang tampak sempurna tanpa dikurasi dengan cermat.

Psikolog menyebut hal itu sebagai pola asuh intensif, di mana Bunda dan Ayah merasa bertanggung jawab untuk mengoptimalkan setiap aspek perkembangan anak. Meskipun bermaksud baik, pola pikir ini dapat membuat orang tua kelelahan, merasa bersalah, dan merasa seolah-olah mereka tidak pernah melakukan cukup untuk anaknya.

Sulitnya menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi

Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi tetap menjadi perjuangan yang tak kenal henti di AS. Tidak seperti negara maju lainnya, AS tidak menjamin cuti orang tua berbayar yang luas. Banyak orang tua kembali bekerja setelah melahirkan.

Bagi orang tua yang bekerja, terutama mereka yang memiliki anak kecil, kondisi tersebut sering menciptakan siklus yang melelahkan. Mereka harus bisa menyeimbangkan pekerjaan dengan tugas rumah, termasuk jadwal sekolah anak dan pengasuhan.

Psikolog mengatakan bahwa pergantian peran yang terus-menerus ini menyisakan sedikit waktu untuk istirahat atau pemulihan, sehingga dapat meningkatkan risiko kelelahan kerja dari waktu ke waktu.

Para peneliti memperingatkan agar kita tidak boleh menafsirkan temuan ini sebagai bentuk bahwa anak-anak menjadi penyebab orang tuanya tidak bahagia. Studi menunjukkan bahwa orang tua sering mengalami makna, tujuan, dan kepuasan emosional yang lebih besar melalui proses membesarkan anak, meskipun tingkat stres sehari-hari mereka lebih tinggi.

Kebahagiaan dan makna tidak selalu sama. Kehidupan yang penuh dengan tanggung jawab dapat sangat bermanfaat sekaligus menuntut secara emosional. Namun, dukungan yang lebih baik dapat membuat perbedaan besar.

Penelitian menunjukkan bahwa orang tua akan jauh lebih baik ketika mereka memiliki akses ke pengasuhan anak yang terjangkau, cuti berbayar, tempat kerja yang fleksibel, dan dukungan komunitas yang kuat. Bukti yang lebih luas dari penelitian kesejahteraan global juga memperkuat gagasan bahwa orang berkembang ketika mereka merasa nyaman dan sejahtera.

Itulah pembahasan tentang penyebab banyak orang tua di AS merasa tidak bahagia. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.