Thu,6 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Piala Dunia 2030, Mimpi Besar Timnas Indonesia yang Berpeluang Digapai dengan Bantuan “Keberuntungan”

Piala Dunia 2030, Mimpi Besar Timnas Indonesia yang Berpeluang Digapai dengan Bantuan “Keberuntungan”

piala-dunia-2030,-mimpi-besar-timnas-indonesia-yang-berpeluang-digapai-dengan-bantuan-“keberuntungan”
Piala Dunia 2030, Mimpi Besar Timnas Indonesia yang Berpeluang Digapai dengan Bantuan “Keberuntungan”
service

6 Agustus 2026 19.56 WIB • 2 menit

Timnas Indonesia./Instagram timnasindonesia


Piala Dunia 2030 bisa dibilang adalah mimpi terbesar Timnas Indonesia saat ini. Beberapa waktu terakhir, elite negeri ini dengan lantang menyerukan bahwa Indonesia punya target untuk tampil di ajang sepak bola terbesar sejagat itu.

Setelah gagal ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, Timnas Indonesia langsung menatap Piala Dunia 2030 yang bakal digelar di enam negara dan tiga benua berbeda. Terbaru, tekad untuk membawa Timnas Indonesia ke sana disuarakan lagi dalam Kongres Biasa PSSI Tahun 2026.

Dalam acara yang diselenggarakan di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (3/8/2026) itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir mewakili Presiden Prabowo Subianto membuka kongres dengan membacakan sambutan presiden.

Dalam sambutan Presiden yang dibacakannya, Menpora Erick menyampaikan optimismenya terhadap panggung sepak bola tanah air. Menurutnya, Indonesia merupakan bangsa besar yang harus memiliki keberanian serta cita-cita yang tinggi.

“Saya memandang Indonesia layak bisa tampil di Piala Dunia 2030. Bukan hal yang mudah, tapi kita harus berupaya semaksimal mungkin. Pemerintah akan terus memberikan dukungan penuh terhadap kerja keras PSSI dan Tim Nasional Indonesia. Kita sebagai bangsa besar harus mampu berprestasi melalui kerja keras, disiplin, dan persatuan,” kata Erick.

Dalam sambutan tersebut, Erick juga menekankan bahwa nilai-nilai olahraga, seperti kedisplinan, pengorbanan, dan kerja sama, sejatinya adalah fondasi penting bagi pembangunan karakter bangsa. Oleh karena itu, membangun sepak bola juga merupakan upaya untuk membangun generasi muda.

Sepak bola juga dipandang sebagai alat untuk menyatukan masyarakat Indonesia dan menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air. Dengan demikian, membangun sepak bola Indonesia adalah cara untuk menjaga kehormatan bangsa, mengangkat martabat negara, dan mewariskan kebanggaan bagi generasi mendatang.

“Saudara-saudara, pemerintahan yang saya pimpin memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung kemajuan sepak bola nasional. Saya telah meminta Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI menyusun blueprint Tim Nasional Indonesia menuju Piala Dunia 2030 sebagai arah pembangunan sepak bola Indonesia secara berkelanjutan,” lanjut isi sambutan dari presiden yang dibacakan Erick.

“Pemerintah akan terus hadir melalui pendanaan, pembangunan infrastruktur, penguatan pembinaan usia dini, peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga, serta berbagai kebijakan yang mendukung kemajuan sepak bola nasional,” tambahnya.

Di samping tekad yang tampak kuat, Timnas Indonesia juga bisa mendapat modal berharga lain untuk mengejar mimpi ke Piala Dunia 2030: Perubahan format yang memberi keuntungan untuk Merah Putih.

Ya, saat ini memang sedang berkembang wacana perubahan format Piala Dunia berupa penambahan tim kontestan. Jika di Piala Dunia 2026 tim kontestannya berjumlah 48, maka pada 2030 nanti direncanakan angkanya bertambah menjadi 60.

Bertambahnya tim kontestan otomatis akan ikut memperbesar kuota kelolosan bagi negara-negara di zona Asia (AFC). Bahkan, jika Timnas Indonesia bisa mengulang pencapaian di Kualifikasi Piala Dunia 2026 lalu saja, tiket lolos ke putaran final 2030 sangat berpeluang untuk didapat.

Sebagaimana diketahui, di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia mencapai ronde keempat. Saat itu, bisa dibilang Timnas Indonesia ada dalam daftar 12 tim teratas Asia, sementara jatah lolosnya jika dihitung secara matematis adalah 8,5 tiket.

Dengan 60 peserta, jika jatah tiket Piala Dunia 2030 didistribusikan secara proporsional, kuota Asia akan naik menjadi sekitar 10 hingga 11 tiket langsung. Dengan demikian, Timnas Indonesia hanya tinggal selangkah menuju Piala Dunia.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.