
Timnas Indonesia./Instagram timnasindonesia
Piala Dunia 2030 bisa dibilang adalah mimpi terbesar Timnas Indonesia saat ini. Beberapa waktu terakhir, elite negeri ini dengan lantang menyerukan bahwa Indonesia punya target untuk tampil di ajang sepak bola terbesar sejagat itu.
Setelah gagal ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, Timnas Indonesia langsung menatap Piala Dunia 2030 yang bakal digelar di enam negara dan tiga benua berbeda. Terbaru, tekad untuk membawa Timnas Indonesia ke sana disuarakan lagi dalam Kongres Biasa PSSI Tahun 2026.
Dalam acara yang diselenggarakan di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (3/8/2026) itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir mewakili Presiden Prabowo Subianto membuka kongres dengan membacakan sambutan presiden.
Dalam sambutan Presiden yang dibacakannya, Menpora Erick menyampaikan optimismenya terhadap panggung sepak bola tanah air. Menurutnya, Indonesia merupakan bangsa besar yang harus memiliki keberanian serta cita-cita yang tinggi.
“Saya memandang Indonesia layak bisa tampil di Piala Dunia 2030. Bukan hal yang mudah, tapi kita harus berupaya semaksimal mungkin. Pemerintah akan terus memberikan dukungan penuh terhadap kerja keras PSSI dan Tim Nasional Indonesia. Kita sebagai bangsa besar harus mampu berprestasi melalui kerja keras, disiplin, dan persatuan,” kata Erick.
Dalam sambutan tersebut, Erick juga menekankan bahwa nilai-nilai olahraga, seperti kedisplinan, pengorbanan, dan kerja sama, sejatinya adalah fondasi penting bagi pembangunan karakter bangsa. Oleh karena itu, membangun sepak bola juga merupakan upaya untuk membangun generasi muda.
Sepak bola juga dipandang sebagai alat untuk menyatukan masyarakat Indonesia dan menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air. Dengan demikian, membangun sepak bola Indonesia adalah cara untuk menjaga kehormatan bangsa, mengangkat martabat negara, dan mewariskan kebanggaan bagi generasi mendatang.
“Saudara-saudara, pemerintahan yang saya pimpin memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung kemajuan sepak bola nasional. Saya telah meminta Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI menyusun blueprint Tim Nasional Indonesia menuju Piala Dunia 2030 sebagai arah pembangunan sepak bola Indonesia secara berkelanjutan,” lanjut isi sambutan dari presiden yang dibacakan Erick.
“Pemerintah akan terus hadir melalui pendanaan, pembangunan infrastruktur, penguatan pembinaan usia dini, peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga, serta berbagai kebijakan yang mendukung kemajuan sepak bola nasional,” tambahnya.
Di samping tekad yang tampak kuat, Timnas Indonesia juga bisa mendapat modal berharga lain untuk mengejar mimpi ke Piala Dunia 2030: Perubahan format yang memberi keuntungan untuk Merah Putih.
Ya, saat ini memang sedang berkembang wacana perubahan format Piala Dunia berupa penambahan tim kontestan. Jika di Piala Dunia 2026 tim kontestannya berjumlah 48, maka pada 2030 nanti direncanakan angkanya bertambah menjadi 60.
Bertambahnya tim kontestan otomatis akan ikut memperbesar kuota kelolosan bagi negara-negara di zona Asia (AFC). Bahkan, jika Timnas Indonesia bisa mengulang pencapaian di Kualifikasi Piala Dunia 2026 lalu saja, tiket lolos ke putaran final 2030 sangat berpeluang untuk didapat.
Sebagaimana diketahui, di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia mencapai ronde keempat. Saat itu, bisa dibilang Timnas Indonesia ada dalam daftar 12 tim teratas Asia, sementara jatah lolosnya jika dihitung secara matematis adalah 8,5 tiket.
Dengan 60 peserta, jika jatah tiket Piala Dunia 2030 didistribusikan secara proporsional, kuota Asia akan naik menjadi sekitar 10 hingga 11 tiket langsung. Dengan demikian, Timnas Indonesia hanya tinggal selangkah menuju Piala Dunia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.
Tim Editor





Comments are closed.