Mubadalah.id – Mencegah infeksi menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keselamatan dan kesehatan ibu, terutama setelah proses persalinan. Infeksi tidak hanya dapat menyebabkan seseorang jatuh sakit, tetapi juga dapat berkembang menjadi kondisi serius yang mengancam nyawa.
Infeksi menjadi salah satu penyebab kematian yang umum terjadi setelah melahirkan. Karena itu, pencegahan infeksi perlu mendapat perhatian sejak sebelum, selama, hingga setelah proses persalinan. Langkah pencegahan juga penting dilakukan ketika tenaga kesehatan melakukan tindakan medis yang melibatkan bagian dalam tubuh ibu.
Sejumlah prosedur medis dilakukan dengan memasukkan alat ke dalam rahim. Pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim atau intrauterine device (IUD), misalnya, membutuhkan alat yang harus masuk ke dalam rahim. Begitu pula dengan prosedur manual vacuum aspiration (MVA) yang digunakan dalam kondisi medis tertentu.
Tindakan tersebut dapat dilakukan dengan aman apabila prosedur pencegahan infeksi diterapkan secara benar. Kebersihan tangan, alat, lingkungan, serta penerapan prosedur medis yang tepat menjadi bagian penting untuk mengurangi kemungkinan kuman masuk ke dalam tubuh.
Bagi Bidan dan Tenaga Kesehatan
Bagi bidan dan tenaga kesehatan lainnya, pencegahan infeksi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap tindakan yang dilakukan. Terlebih ketika tindakan tersebut termasuk prosedur invasif, yakni prosedur yang melibatkan masuknya alat atau benda ke dalam tubuh.
Prosedur invasif memiliki risiko membawa kuman masuk ke dalam bagian tubuh yang seharusnya terlindungi. Jika kuman berhasil masuk dan berkembang, kondisi tersebut dapat menyebabkan infeksi. Karena itu, setiap tahapan tindakan perlu Anda lakukan dengan memperhatikan prinsip kebersihan dan pencegahan infeksi.
Pencegahan infeksi pada dasarnya Anda lakukan dengan membunuh, menghilangkan, atau mengendalikan kuman berbahaya. Kuman merupakan organisme yang dapat menyebabkan penyakit. Ukurannya sangat kecil sehingga tidak dapat Anda lihat secara langsung dengan mata telanjang dan membutuhkan mikroskop untuk mengamatinya.
Keberadaan kuman juga tidak selalu dapat Anda ketahui hanya dengan melihat kondisi suatu benda. Peralatan yang tampak bersih, misalnya, belum tentu bebas dari kuman. Kuman dapat menempel pada berbagai permukaan dan peralatan apabila tidak Anda bersihkan dengan cara yang tepat.
Kuman juga dapat Anda temukan di berbagai tempat dan benda di sekitar manusia. Darah, tinja, cairan tubuh, seperti sperma dan air ketuban, serta berbagai jenis kotoran dapat menjadi tempat terdapatnya kuman berbahaya.
Ketika kuman tersebut masuk ke dalam tubuh, risiko terjadinya infeksi meningkat. Terlebih apabila kuman masuk melalui luka atau bagian tubuh yang terbuka. Dalam kondisi tertentu, kuman dapat berkembang biak dan menyebabkan penyakit yang lebih serius.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pencegahan infeksi tidak hanya berkaitan dengan menjaga kebersihan secara umum. Pencegahan juga membutuhkan perhatian terhadap setiap benda, alat, cairan tubuh, dan prosedur yang berpotensi menjadi media perpindahan kuman.
Harus Aman
Dalam pelayanan kesehatan, perhatian terhadap hal-hal tersebut menjadi semakin penting. Alat yang digunakan untuk melakukan tindakan medis harus dipastikan aman sebelum digunakan. Begitu pula dengan tangan dan lingkungan tempat tindakan dilakukan.
Kuman yang terdapat dalam cairan tubuh, seperti darah, juga perlu Anda waspadai. Darah dapat menjadi media penularan sejumlah penyakit apabila berasal dari orang yang mengalami infeksi. Karena itu, tenaga kesehatan perlu menerapkan langkah-langkah perlindungan ketika menangani darah dan cairan tubuh lainnya.
Upaya mencegah infeksi pada akhirnya bukan hanya bertujuan menjaga seseorang agar tidak sakit. Dalam pelayanan kesehatan ibu, pencegahan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menyelamatkan nyawa. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Melahirkan* karya Susan Klein dkk, hlm 64.





Comments are closed.