Tue,18 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Wabah Ebola di Kongo Jadi yang Paling Mematikan, 2.325 Orang Meninggal

Wabah Ebola di Kongo Jadi yang Paling Mematikan, 2.325 Orang Meninggal

wabah-ebola-di-kongo-jadi-yang-paling-mematikan,-2.325-orang-meninggal
Wabah Ebola di Kongo Jadi yang Paling Mematikan, 2.325 Orang Meninggal
service

Arina.id — Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) kini menjadi wabah Ebola paling mematikan dalam sejarah negara tersebut. Otoritas kesehatan Kongo melaporkan 2.325 orang meninggal dunia dari 4.945 kasus terkonfirmasi sejak wabah terbaru dimulai.

Data tersebut menunjukkan tingkat kematian kasus (case fatality rate) mencapai 47 persen. Angka kematian itu sekaligus melampaui jumlah korban pada wabah Ebola di Kongo bagian timur yang berlangsung pada 2018–2020.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, wabah Ebola 2018–2020 di Kongo mencatat 3.481 kasus, termasuk 2.299 kematian.

Dengan tambahan korban terbaru, epidemi yang sedang berlangsung ini menjadi wabah Ebola dengan jumlah kematian tertinggi yang pernah tercatat di Republik Demokratik Kongo.

Wabah Ebola ke-17 di Kongo

Wabah Ebola terbaru ini merupakan wabah ke-17 yang tercatat di Republik Demokratik Kongo sejak virus tersebut pertama kali ditemukan di negara itu pada 1976.

Pemerintah Kongo secara resmi menyatakan wabah tersebut pada 15 Mei 2026. Wabah kali ini disebabkan oleh virus Ebola spesies Bundibugyo.

Penyebaran virus telah meluas ke 55 zona kesehatan di enam provinsi, yakni Ituri, Kivu Utara, Haut-Uele, Tshopo, Kivu Selatan, dan Bas-Uele.

Luasnya wilayah terdampak menjadi salah satu tantangan utama dalam pengendalian wabah. Otoritas kesehatan harus melakukan pelacakan kontak, isolasi pasien, pemantauan kasus, serta berbagai langkah pencegahan untuk membatasi penularan.

WHO sebelumnya telah memperingatkan bahwa wabah Ebola terbaru di Kongo berpotensi menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan penyebaran virus berlangsung lebih cepat dibandingkan sejumlah wabah Ebola sebelumnya.

“Ini sudah menjadi epidemi Ebola terbesar kedua yang pernah tercatat, dan penyebarannya lebih cepat daripada wabah Ebola sebelumnya,” kata Tedros dalam konferensi pers di Jenewa, Rabu lalu.

Tedros memperingatkan, jika laju penyebaran terus berlangsung seperti saat ini, wabah di Kongo berpotensi melampaui epidemi Ebola di Afrika Barat pada 2014–2016.

Epidemi tersebut merupakan wabah Ebola terbesar yang pernah tercatat. Lebih dari 28.600 orang terinfeksi dan ribuan lainnya meninggal dunia dalam wabah yang terutama melanda Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.

Mengapa Ebola Berbahaya?

Ebola merupakan penyakit akibat infeksi virus yang dapat menyebabkan demam berat, kelemahan, nyeri otot, muntah, diare, serta pada kondisi tertentu perdarahan.

Virus dapat menular melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh orang yang terinfeksi maupun jenazah korban. Karena itu, pengendalian wabah sangat bergantung pada deteksi dini, pelacakan kontak, isolasi pasien, serta penerapan protokol pencegahan infeksi.

Tingginya angka kematian dalam wabah terbaru di Kongo menjadi perhatian serius bagi otoritas kesehatan dan WHO, terutama karena penyebaran telah mencakup puluhan zona kesehatan di enam provinsi.
 

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.