Wed,19 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Legenda Bungaeja yang Cantik Jelita, Cerita Rakyat dari Sulawesi Tenggara

Legenda Bungaeja yang Cantik Jelita, Cerita Rakyat dari Sulawesi Tenggara

legenda-bungaeja-yang-cantik-jelita,-cerita-rakyat-dari-sulawesi-tenggara
Legenda Bungaeja yang Cantik Jelita, Cerita Rakyat dari Sulawesi Tenggara
service

18 Agustus 2026 15.00 WIB • 2 menit

Legenda Bungaeja yang Cantik Jelita, Cerita Rakyat dari Sulawesi Tenggara | Magnific AI


Legenda Bungaeja adalah salah satu cerita rakyat dari daerah Sulawesi Tenggara. Legenda ini berkisah tentang seorang gadis cantik dengan perilaku baik yang disayangi oleh banyak orang.

Kelak Bungaeja mendapatkan suami yang memiliki tampilan fisik sempurna dan baik pula budinya. Bagaimana kisah lengkap dari legenda Bungaeja tersebut?

Simak cerita rakyat dari Sulawesi Tenggara tersebut dalam artikel berikut ini.

Legenda Bungaeja yang Cantik Jelita, Cerita Rakyat dari Sulawesi Tenggara

Dikutip dari buku Cerita Rakyat Buton Muna di Sulawesi Tenggara, dikisahkan pada zaman dahulu di sebuah desa hiduplah seorang gadis yang cantik jelita. Gadis tersebut bernama Bungaeja.

Dirinya merupakan putri dari Sapati, salah satu anggota pemerintah yang ada di negerinya. Walau berasal dari keluarga terpandang, Bungaeja tetap memiliki sifat yang baik hati dan peduli dengan sesamanya.

Tidak heran banyak orang yang menyayangi Bungaeja. Banyak juga pemuda yang tertarik dengan kecantikan putri tersebut.

Hal inilah yang dirasakan oleh Jibirilu. Dirinya merupakan anak dari kepala kampung sebelah.

Uniknya, Jibirilu tau Bungaeja justru dari dalam mimpi. Di mimpinya tersebut, dia bertemu gadis cantik yang diyakini sebagai calon istrinya.

Akhirnya Jibirilu berusaha mewujudkan mimpinya itu. Setelah tahu jika gadis yang ada di mimpinya adalah Bungaeja, dirinya kemudian berlayar menuju kampung gadis cantik tersebut.

Jibirilu berangkat bersama sahabatnya, Sihasani. Setelah berbulan-bulan, sampailah mereka di kampung Bungaeja.

Begitu sampai di pinggir pantai, Jibirilu membunyikan lonceng dengan suara kencang. Bunyi lonceng ini menjadi kebiasaan di daerah asalnya sebagai penanda ada perahu yang berlayar.

Namun sayang kedatangan Jibirilu tidak di waktu yang tepat. Dia datang saat prosesi pemakaman ayah Bungaeja.

Bunyi lonceng ini tentu dianggap sebagai sikap lancang oleh masyarakat yang ada di sana. Akhirnya Jibirilu ditangkap dan dibawa ke pusat pemerintahan.

Saat menuju ke sana, Jibirilu berpapasan dengan Bungaeja. Begitu melihat Bungaeja, Jibirilu yakin jika gadis itu adalah putri cantik yang muncul di dalam mimpinya.

Ternyata tatapan kedua insan ini memunculkan rasa cinta di antara mereka. Tidak hanya Jibirilu, Bungaeja pun juga merasakan hal yang serupa.

Akhirnya Jibirilu dihadapkan dengan ibu Bungaeja. Jibirilu disidang dan ditanyakan maksud kedatangannya di sana.

Jibirilu sadar jika dia sudah berbuat salah sebelumnya. Pada awalnya, dia meminta maaf atas apa yang sudah dilakukan.

Setelah itu, dia menjelaskan jika kedatangannya di sana dengan maksud baik. Jibirilu berkata jika dia mendapatkan mimpi tentang Bungaeja.

Jibirilu yakin jika Bungaeja adalah takdirnya. Oleh sebab itu, dia berniat untuk mempersunting Bungaeja.

Melihat kebaikan budi pemuda tersebut, ibu Bungaeja pun memaafkannya. Dia pun menerima lamaran tersebut dan menikahkan Bungaeja dengan Jibirilu.

Pernikahan ini berlangsung dengan meriah. Semua masyarakat diundang untuk merayakan pernikahan tersebut.

Ternyata pernikahan ini sempat memancing rasa iri dari gadis-gadis yang ada di sana. Mereka iri karena Bungaeja mendapatkan suami yang memiliki tampilan fisik sempurna.

Mereka pun mencoba menjebak Bungaeja untuk berperilaku buruk pada suaminya. Mereka beralasan jika perilaku itu bisa menjadi ujian untuk melihat kesetiaan sang suami.

Bungaeja yang sempat termakan omongan ini pernah melakukan hal tersebut di hadapan Jibirilu. Namun bukannya marah, Jibirilu justru memaklumi dan selalu memaafkan kesalahan yang dilakukan oleh sang istri.

Akhirnya kedua pasangan ini hidup bahagia. Bahkan Jibirilu diangkat sebagai pemimpin di kampung tersebut yang kelak diteruskan oleh putranya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.