Wed,19 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Hukum
  3. Dendam Pernah Ditilang, ‘Pasukan PUBG’ Lempar Bom Molotov ke Dua Pos Polisi Surabaya

Dendam Pernah Ditilang, ‘Pasukan PUBG’ Lempar Bom Molotov ke Dua Pos Polisi Surabaya

dendam-pernah-ditilang,-‘pasukan-pubg’-lempar-bom-molotov-ke-dua-pos-polisi-surabaya
Dendam Pernah Ditilang, ‘Pasukan PUBG’ Lempar Bom Molotov ke Dua Pos Polisi Surabaya
service

Surabaya (beritajatim.com) – Dua pos polisi di Surabaya nyaris terbakar usai dilempar bom molotov, Sabtu (15/8/2026) malam. Dalam peristiwa itu, satu anggota Satlantas Polrestabes yang sedang berjaga menjadi korban.

Dari hasil penyelidikan polisi, aksi pelemparan itu dilakukan oleh ‘pasukan PUBG’ bernama Yuda (30). Pria yang sehari-hari bekerja sebagai ojek online itu mengaku nekat melemparkan bom molotov karena dendam pernah ditilang oleh polisi karena melanggar aturan lalu lintas. “Saya dendam karena pernah ditilang. Sementara saya dengar radio ada orang gangguan jiwa tidak ditilang,” kata Yuda.

Yuda mengaku membuat bom molotov dengan memanfaatkan botol kaca bekas minuman. Sebelum beraksi, Yuda sempat mengintai di pos polisi Margorejo dan Bundaran Waru. Bahkan, Yuda terekam CCTV sempat berhenti di depan pos polisi Margorejo dengan gestur menantang. “Satu ga tembus (bom molotov) yang dilempar. Kayak game PUBG itu, Pak. Satu disumet,” jelas Yuda.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham menjelaskan pihak kepolisian masih terus mendalami motif tersangka. Saat ini Yuda sedang menjalani pemeriksaan psikologis lebih lanjut. “Saat ini kami masih terus melakukan pendalaman terkait motif,” jelasnya.

Kasus pelemparan bom molotov ke dua pos polisi di Surabaya mendapat perhatian khusus dari Direktur Pusat Studi Hak Asasi Manusia (PusHAM) Surabaya Johan Avie. Johan meminta agar pelaku ditindak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Menurutnya, tindakan pelemparan bom molotov itu adalah tindakan ekstrem yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi sampai menyebabkan anggota kepolisian luka-luka.

“Tentu pihak kepolisian harus mendalami motif sebenarnya. Karena kalau dilihat pelaku tampak tenang bahkan bisa bercanda ketika ditanya Kapolrestabes Surabaya. Seperti tidak menyadari jika perbuatannya (pelaku) sudah menimbulkan korban,” pungkas Johan. Kini dua pos polisi yang sempat rusak telah diperbaiki dan beroperasi normal sebagaimana mestinya. (ang/kun)

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.