Wed,26 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. 206 Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan Diterjunkan, Layani Korban Gempa NTT

206 Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan Diterjunkan, Layani Korban Gempa NTT

206-relawan-tenaga-cadangan-kesehatan-diterjunkan,-layani-korban-gempa-ntt
206 Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan Diterjunkan, Layani Korban Gempa NTT
service

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberangkatkan 206 relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 24 Agustus 2026. Langkah ini dilakukan untuk merespons cepat krisis kesehatan pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang melanda wilayah Pulau Flores.

Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, melepas langsung para relawan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Para relawan akan bertugas selama 14 hari di enam wilayah yang terkena dampak berat, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Gempa yang terjadi pada 15 Agustus berdampak terhadap 1,9 juta jiwa di tujuh kabupaten/kota. Berdasarkan data Pusat Krisis Kesehatan per 23 Agustus 2026, bencana ini mengakibatkan 91 orang meninggal, ratusan orang luka-luka, dan 161.874 warga mengungsi. Gempa juga memicu kelumpuhan sejumlah fasilitas kesehatan setempat.

“Saudara meninggalkan keluarga dan pekerjaan untuk hadir ketika masyarakat sangat membutuhkan bantuan. Terima kasih atas panggilan kemanusiaan ini,” ujar Kunta dalam arahannya.

Kunta menitipkan tiga instruksi tegas kepada para relawan. Pertama, relawan harus fokus mengidentifikasi dan menyelesaikan krisis medis di lapangan. Kedua, seluruh elemen harus bekerja sebagai satu tim yang solid tanpa memandang latar belakang institusi. Ketiga, relawan wajib memprioritaskan keselamatan diri.

“Saudara berangkat untuk membantu korban, bukan menjadi korban berikutnya. Jangan menganggap kelelahan sebagai tanda pengabdian,” kata Kunta.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Agus Jamaludin, merinci relawan yang diberangkatkan sejumlah 128 orang, terdiri dari: dokter umum, sejumlah dokter spesialis, antara lain penyakit dalam, anak, bedah, dan ortopedi, serta perawat, bidan, dan tenaga farmasi. Para tenaga medis ini juga akan didukung oleh 78 dokter internsip yang telah berada di Pulau Flores.

Kehadiran tenaga tambahan ini didorong oleh panggilan kemanusiaan para relawan. Bagi Bidan Istiqomah, relawan yang akan ditugaskan ke Kabupaten Nagekeo, keberangkatan ini merupakan kali kedua dia bergabung dengan TCK. Sebelumnya, ia terjun menangani krisis di Tamiang, Aceh, pada Desember 2025.

Alih-alih jera menghadapi beratnya medan bencana, Istiqomah yang merupakan pegawai RSUP Fatmawati menyatakan pengalaman itu justru makin menumbuhkan panggilan hati untuk terus membantu.

“Kalau buat saya, menjadi relawan ini rasanya malah nagih (membuat ketagihan untuk mengabdi). Persiapannya yang paling utama adalah fisik dan obat-obatan pribadi. Harapannya, semoga semua warga di Ende bisa kita bantu dan lekas pulih,” tuturnya.

Semangat dedikasi serupa juga ditegaskan Muhammad Amir Sahala, relawan dokter spesialis ortopedi dari RS Fatmawati yang akan bertugas di RSUD Borong, Manggarai Timur. Ia menyadari tingginya kebutuhan medis, terutama bagi korban yang mengalami cedera akibat reruntuhan.

“Banyak sekali korban yang membutuhkan di tengah kekurangan tenaga kesehatan saat ini. Pasti kami akan jadi respons utama untuk membantu korban agar semua dapat tertangani dan mendapat perawatan yang terbaik,” ungkap Amir.

Kehadiran TCK diharapkan mampu memperkuat tenaga kesehatan daerah yang telah bekerja sejak awal bencana. Ini sekaligus menjaga kesinambungan layanan esensial hingga kapasitas kesehatan daerah pulih sepenuhnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.