Fri,4 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. KAI fokus tangani 1.810 jalur perlintasan kereta tanpa penjagaan

KAI fokus tangani 1.810 jalur perlintasan kereta tanpa penjagaan

kai-fokus-tangani-1.810-jalur-perlintasan-kereta-tanpa-penjagaan
KAI fokus tangani 1.810 jalur perlintasan kereta tanpa penjagaan
service

Jakarta (ANTARA) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Group memfokuskan penanganan terhadap 1.810 Jalur Perlintasan Langsung (JPL) yang tidak dijaga, sebagai upaya memperkuat keamanan perjalanan kereta api.

VP Corporate Communication KAI Anne Purba di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa berdasarkan pendataan terbaru terdapat 3.674 perlintasan sebidang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.864 perlintasan merupakan perlintasan yang dijaga, sementara 907 perlintasan telah terdaftar namun belum memiliki penjaga, dan 903 perlintasan lainnya belum terdaftar dan tidak dijaga.

Totally area yang fokus penanganan saat ini adalah 1.810 JPL yang harus kami tangani. Di sini ada yang harus ditutup, ada yang memang kita siapkan penjaga dan juga alatnya,” ujar Anne.

Ia menjelaskan dari 1.810 perlintasan yang menjadi fokus penanganan, sebanyak 172 perlintasan sebidang telah berhasil ditutup.

Sementara itu, setelah melalui verifikasi 1.404 perlintasan lainnya masih dalam tahap penanganan, termasuk penyiapan petugas penjaga maupun fasilitas pendukung keselamatan.

Menurut Anne, penanganan perlintasan sebidang menjadi tantangan karena membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak, terutama pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar regulasi mengenai keselamatan di perlintasan sebidang dapat berjalan lebih optimal.

“Kadang kalau kita tutup satu tumbuh tiga. Ini perlu banget kami berkoordinasi dengan pemda setempat, pemerintah baik itu di daerah dan pusat, bagaimana regulasi ini kita bisa lebih kencang sanksi yang diberikan karena ini terkait dengan keselamatan,” katanya.

Anne menegaskan, KAI terus melakukan evaluasi terhadap seluruh perlintasan sebidang yang belum memenuhi persyaratan keselamatan.

Katanya, perlintasan yang tidak memungkinkan untuk dijaga maupun dilengkapi fasilitas keselamatan akan ditutup..

“Tahun ini kita sudah menutup 172 JPL dan semoga 172 ini tidak menghasilkan yang baru lagi. Jadi ini adalah hal yang sangat sulit, tetapi sosialisasi dan edukasi terus kita lakukan,” ujar Anne.

Baca juga: Mobilitas Makin Besar, KAI Terapkan Pendekatan “Safety at Scale” pada Perlintasan Sebidang

Baca juga: KAI Properti perkuat ekosistem keselamatan di perlintasan sebidang

Baca juga: Dirut KAI: Penguatan keselamatan perlintasan kereta terus berjalan

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.