Fri,11 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ketika Panas Bumi Cabik Hutan Warisan Dunia

Ketika Panas Bumi Cabik Hutan Warisan Dunia

ketika-panas-bumi-cabik-hutan-warisan-dunia
Ketika Panas Bumi Cabik Hutan Warisan Dunia
service

Pengembangan  pembangkit listrik panas bumi banyak berada di kawasan konservasi menimbulkan kekhawatiran. Karpet merah bagi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (geothermal) di kawasan konservasi dapat angin segar dalam Undang-undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAHE) 2024 ini, salah satu terjadi di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Tim kolaborasi Mongabay dan Betahita melihat langsung pembangunan jalan dan bangunan kolam-kolam (pond) di kawasan konservasi itu. Jalan industri selebar 16 meter itu membentang dari ujung taman nasional di Desa Sri Menanti, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat hingga kurang lebih 10 km ke dalam kawasan konservasi ini. Jalan itu masih hangat ketika Mongabay sambangi, awal Agustus, terlihat dari pohon-pohon yang rebah di kiri-kanan belum kering benar. Jalan industri yang dibangun di dalam Taman Nasional Bukit Barisan Selatan untuk proyek geothermal. foto: Tim Kolaborasi. Jalanan itu naik-turun, membelah banyak bukit yang terhitung jumlahnya. Dari udara, sodetan jalan terlihat seperti ular yang meliuk di antara hijaunya pohon-pohon di TNBBS. Di ujungnya. ada hamparan tanah menyembul, dengan dua kolam raksasa yang saat itu masih kosong. Dua ekskavator berkelir biru tampak siaga. Dari hasil tumpang susun peta zonasi TNBBS tahun 2021 yang kami dapat, jalan dan bangunan itu berada di zona rehabilitasi. “Pemerintah bisa mengakali masuknya geothermal di TN dengan Undang-undang. Tapi, harus dilihat dulu, Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) jalan dan bangunan di dalamnya bagaimana? Karena itu, kan, mengubah bentang,” ucap Suprinti Yohar, Direktur Hutan Yayasan Auriga Nusantara. Proyek Geothermal di dalam hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Foto: Tim Kolaborasi. Irfan Tri Musri,…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.