Fri,22 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Kepemimpinan Itu yang Mempermudah, Bukan yang Memersulit

Kepemimpinan Itu yang Mempermudah, Bukan yang Memersulit

kepemimpinan-itu-yang-mempermudah,-bukan-yang-memersulit
Kepemimpinan Itu yang Mempermudah, Bukan yang Memersulit
service

Mubadalah.id – Islam memandang kepemimpinan bukan sebagai alat kekuasaan, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab moral. Dalam Shahih Muslim (no. 4826), Siti Aisyah Ra. meriwayatkan sabda Rasulullah Saw.:

“Ya Allah, barang siapa yang mengurus dan mengelola suatu urusan bagi umatku lalu ia mempersulit mereka, maka persulitlah ia. Dan barang siapa yang mengelola urusan itu dengan mempermudah urusan mereka, maka permudahlah kehidupannya.”

Hadis ini menegaskan bahwa ukuran kepemimpinan bukan pada status atau jabatan. Tetapi pada sejauh mana seorang pemimpin memudahkan rakyatnya.

Nabi juga bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh Anas Ra. dalam Shahih Bukhari (no. 69):

“Buatlah kemudahan-kemudahan, jangan membuat kesulitan-kesulitan. Datangkanlah kegembiraan, dan jangan tebarkan ketakutan.”

Dua teks hadis tersebut memberikan pesan moral yang kuat bahwa kepemimpinan, baik dijalankan oleh laki-laki maupun perempuan, harus berorientasi pada kemudahan, kebahagiaan, dan kesejahteraan rakyat.

Dr. Faqihuddin Abdul Kodir dalam Buku Qiraah Mubadalah menjelaskan bahwa jika prinsip ini kita baca secara mubadalah. Maka kepemimpinan menjadi ruang partisipasi bagi semua manusia yang berkapasitas membawa kebaikan.

Dengan kata lain, perempuan tidak hanya boleh, tetapi justru perlu kita libatkan secara aktif dalam ruang-ruang strategis pengambilan kebijakan. Sebab, banyak kebijakan publik yang gagal menjangkau kebutuhan masyarakat karena abai terhadap perspektif dan pengalaman perempuan.

Ibnu al-Qayyim al-Jauziyah dalam Al-Thuruq al-Hukmiyyah menjelaskan bahwa politik dalam ajaran Islam pada hakikatnya adalah segala upaya yang bertujuan menghadirkan kemaslahatan dan menolak keburukan.

Karena itu, ukuran suatu kebijakan politik tidak semata pada bentuk atau prosedurnya. Melainkan pada hasil nyata yang membuat masyarakat semakin dekat pada kebaikan dan semakin jauh dari kerusakan. []

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.