Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, memutuskan merelokasi 19 keluarga di zona merah radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten. Lokasinya, di Kampung Barengkok, Desa Sukatani, Kecamatan Cikande yang berjarak dua kilometer dari tempat tinggal semula. AKBP Condro Sasongko, Kapolres Serang mengatakan, ada 19 rumah kontrakan yang pemerintah siapkan untuk menampung 19 keluarga, terdiri dari 64 jiwa itu. Dia pastikan tempat tinggal baru itu memenuhi kualifikasi layak huni dan nyaman. Sebelumnya, pemkab juga memberikan uang kerahiman Rp5 juta per keluarga. Bantuan ini bentuk perhatian atas dampak sosial dan ekonomi pada warga terdampak. Kapolres berharap, bantuan bisa bermanfaat dengan baik. “Fasilitas yang sudah diberikan pemerintah harus dijaga agar bisa dipakai jangka panjang,” katanya. Rasio Ridho Sani, Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PKL) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperbarui data warga yang akan direlokasi dari zona merah, dari 19 keluarga menjadi 30 keluarga. KLH telah menentukan lima lokasi baru untuk keluarga tambahan ini. Menurut Ridho, perlu merelokasi karena lokasi lama sangat berbahaya dan harus dilakukan dekontaminsasi dengan mengosongkan area itu. Para pekerja berjalan melewati lapak rongsokan yang terkontaminasi zat radioaktif cesium-137 di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Foto: Anggita Raissa/Mongabay Indonesia Ancaman kesehatan Laila Rose Foresta, Pengajar Fakultas Kedokteran IPB University mengingatkan kalau zat radioaktif tak hanya berdampak langsung pada kesehatan juga mengancam masa depan generasi mendatang. Dia bilang, radiasi tidak memiliki bau, rasa, atau warna, namun akan memicu reaksi tubuh beragam saat sudah terpapar dalam jumlah paparan yang tinggi. Kondisi itu dinamakan acute radiation syndrome (ARS). Kondisi…This article was originally published on Mongabay
Pemerintah Relokasi Warga dari Area Terpapar Radioaktif Cikande
Pemerintah Relokasi Warga dari Area Terpapar Radioaktif Cikande





Comments are closed.