Fri,15 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. KUPI Dorong Pembumian Fatwa di Tingkat Kultural

KUPI Dorong Pembumian Fatwa di Tingkat Kultural

kupi-dorong-pembumian-fatwa-di-tingkat-kultural
KUPI Dorong Pembumian Fatwa di Tingkat Kultural
service

Mubadalah.id – Setelah perubahan regulasi dicapai, tantangan berikutnya adalah pembumian nilai-nilai fatwa KUPI pada tingkat kultural. Jaringan KUPI menilai bahwa perubahan hukum harus diiringi dengan perubahan cara pandang masyarakat.

Di banyak wilayah, praktik pernikahan anak dan kekerasan terhadap perempuan masih menjadi persoalan privat. Pandangan ini membuat korban sering kali orang-orang salahkan, sementara pelaku mendapatkan pembenaran sosial.

Karena itu, KUPI menekankan pentingnya pendidikan publik yang berkelanjutan. Masyarakat perlu memahami bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak bukanlah agenda asing. Melainkan bagian dari nilai dasar ajaran Islam tentang keadilan dan kemanusiaan.

Pembumian fatwa di tingkat kultural, KUPI lakukan melalui berbagai forum, seperti pengajian, diskusi pesantren, pelatihan kader, hingga kampanye berbasis komunitas. Pendekatan ini, KUPI pilih agar pesan keagamaan dapat mereka terima secara lebih luas dan kontekstual.

KUPI juga menggarisbawahi bahwa perubahan budaya tidak bisa berlangsung instan. Namun membutuhkan proses panjang untuk menggeser norma sosial yang telah mengakar selama puluhan tahun.

Dalam proses ini, peran tokoh agama, pendidik, dan pemimpin komunitas menjadi krusial. Mereka memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik.

Jaringan KUPI berupaya mengonsolidasikan para aktor ini agar memiliki perspektif yang sama tentang pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak. Bahkan, fatwa ini menjadi panduan hidup bersama.

Menurut KUPI, tanpa perubahan kultural, regulasi berpotensi hanya menjadi teks hukum yang jauh dari realitas masyarakat. Karena itu, kerja-kerja sosial tetap menjadi prioritas. []

Sumber tulisan: Buku Membumikan Fatwa KUPI: Pembelajaran dari Pengelolaan Sampah di Pesantren.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.