Thu,7 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Legenda Asal Usul Burung Pumpu, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara

Legenda Asal Usul Burung Pumpu, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara

legenda-asal-usul-burung-pumpu,-cerita-rakyat-dari-wawonii-sulawesi-tenggara
Legenda Asal Usul Burung Pumpu, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara
service

Legenda Asal Usul Burung Pumpu, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara


Burung pumpu merupakan salah satu spesies langka yang ada di Pulau Wawonii. Ada sebuah cerita rakyat dari Wawonii, Sulawesi Tenggara yang menceritakan tentang legenda asal usul burung pumpu tersebut.

Menurut ceritanya, burung pumpu ini merupakan jelmaan dari seorang ibu yang tidak dihargai oleh anak-anaknya. Bagaimana kisah lengkap dari legenda asal usul burung pumpu tersebut?

Legenda Asal Usul Burung Pumpu, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara

Dinukil dari buku Cerita Rakyat Wawonii (Bahasa Daerah dan Bahasa Indonesia), pada zaman dahulu di tengah hutan Pulau Wawonii hiduplah seorang ibu bersama tiga orang anaknya. Ibu tersebut bernama Indo Lobu.

Sementara itu, ketiga anaknya bernama Patuna, Pelawangi, dan Wuntu. Mereka hanya tinggal berempat sejak sang suami, Lalibata meninggal dunia ketika Wuntu masih dalam kandungan.

Alhasil Indo Lobu bertindak sebagai kepala keluarga. Dirinya melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya tersebut.

Pada awalnya, kehidupan mereka berlangsung dengan damai dan bahagia. Namun semua berubah ketika ketiga anak Indo Lobu mulai tumbuh dewasa.

Ketiga anaknya tersebut mulai menunjukkan sifat kasar kepada sang ibu. Mereka selalu sibuk bermain dan tidak mau membantu Indo Lobu.

Padahal semua pekerjaan rumah mesti dikerjakan oleh Indo Lobu, mulai dari memasak, mencuci piring, hingga mengambil air. Seiring berjalannya waktu, Indo Lobu yang makin tua makin kesusahan dalam melakukan semua pekerjaan tersebut.

Suatu ketika, dia pernah meminta ketiga anaknya untuk membantu pekerjaan rumah. Namun mereka justru bermalas-malasan dan tidak mau membantunya.

Tidak hanya itu, mereka juga menghardik Indo Lobu. Hal ini tentu melukai perasaan sang ibu.

Meskipun demikian, Indo Lobu tetap saja berusaha memenuhi semua kebutuhan anak-anaknya. Dia tetap berusaha menyayangi ketiga anaknya walau mendapatkan perlakuan yang buruk dari mereka.

Pada suatu hari, Patuna merasa lapar dan tidak ada makanan yang tersedia. Dia langsung menghampiri Indo Lobu yang tengah memasak untuk meminta makan.

Indo Lobu meminta anak sulungnya tersebut untuk bersabar. Namun dirinya justru menendang panci tempat memasak hingga semua makanan berserakan.

Berbagai tindakan buruk yang dilakukan oleh ketiga anaknya membuat Indo Lobu bersedih. Dirinya tidak tahan lagi dengan semua perlakuan yang diterimanya tersebut.

Tidak jarang Indo Lobu sering pergi ke hutan yang tidak jauh dari rumahnya untuk merenung. Bermodalkan sarung, dirinya memikirkan nasib ketiga anaknya jika dia tidak ada kelak.

Sesekali Indo Lobu memanggil nama anak bungsunya, “Wuntu” ketika teringat dengan mereka. Hal ini sering dilakukan oleh Indo Lobu berulang kali.

Meskipun demikian, ketiga anaknya tidak pernah merasa peduli dengan keberadaan sang ibu. Meskipun Indo Lobu pergi cukup lama, mereka tidak pernah sekalipun mencarinya.

Pada suatu malam, Indo Lobu memutuskan untuk meninggalkan ketiga anak mereka. Sebelum pergi, dia sempat mengusap kepala ketiga anaknya tersebut.

Indo Lobu kemudian pergi ke hutan tempat dia biasa merenung. Namun perlahan, tubuh Indo Lobu mulai mengecil.

Sarung yang biasa dia gunakan perlahan berubah menjadi bulu. Akhirnya Indo Lobu menjelma sebagai seekor burung di hutan tersebut.

Ketika pagi tiba, Patuna menyadari bahwa sang ibu sudah tidak ada lagi di rumah. Dirinya kemudian membangunkan kedua adiknya dan membawa mereka ke hutan untuk mencari keberadaan sang ibu.

Namun ketiga anak ini tidak berhasil menemukan ibu mereka. Di tengah kebingungan, Wuntu tiba-tiba mendengar suara, “Pumpu” dari kejauhan.

Dia kemudian berkata kepada kedua kakaknya untuk mengikuti suara tersebut. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya ketiga anak ini menemukan seekor burung kecil yang ada di atas pohon dan mengeluarkan suara “Pumpu” tersebut.

Mereka sadar jika burung itu merupakan jelmaan dari sang ibu. Mereka hanya bisa menyesali perbuatan yang sudah dilakukannya selama ini.

Konon burung yang merupakan jelmaan dari Indo Lobu ini dikenal dengan nama burung pumpu. Burung ini dipercaya akan mengeluarkan suara tersebut ketika merasa rindu dengan anak-anaknya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.