Pamekasan (beritajatim.com) – Satlantas Polres Pamekasan, berencana menerapkan pengalihan alias rekayasa arus lalu lintas dalam rangka pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) yang dijadwalkan berangkat secara terpusat di Masjid Agung Asy-Syuhada’ Pamekasan, Minggu (10/5/2026) mendatang.
Penerapan pengalihan arus lalu lintas tersebut dilakukan dalam rangka mengantisipasi sekaligus pengamanan keberangkatan sebanyak 1.348 JCH Pamekasan, terlebih proses pemberangkatan dijadwalkan maraton sesuai empat kelompok terbang (kloter) berbeda.
“Pengamanan ini akan kita terapkan mulai pukul 21:00 WIB, pada Sabtu (9/5/2026). Pemberangkatan jemaah dimulai pukul 3:00 WIB untuk kloter 73, disusul kloter 74 pada pukul 9:30 WIB, kloter 75 pukul 10:30 WIB, serta kloter 76 pada pukul 13:00 WIB,” kata KBO Satlantas Polres Pamekasan, IPDA Yoyok Tri Cahyono, Kamis (7/5/2026).
Dalam proses pengamanan tersebut, pihaknya melibatkan sebanyak 539 personil gabungan lintas instansi yang akan disebar di berbagai titik di wilayah setempat. “Selain itu, kami juga siapkan empat unit mobil pengawalan dari Satlantas, serta empat unit mobil pengawal penutup dari Satsamapta,” ungkapnya.
“Ramp check sudah dilakukan bersama Dishub Pamekasan terhadap bus yang akan digunakan, yakni dari PO Mandala dan PO Kalisari. Selain itu, kami juga akan melakukan tes kesehatan dan tes urine terhadap kru bus guna memastikan kesiapan pengemudi,” sambung IPDA Yoyok.
Sementara untuk pengalihan arus lalu lintas akan dilakukan dalam dua sesi, yakni sesi pertama pukul 21.00 hingga 06.00 WIB dan sesi kedua mulai pukul 06.00 WIB hingga seluruh rangkaian keberangkatan selesai.
Pengalihan arus diberlakukan di sejumlah titik jalur terluar, di antaranya Pos 1 Perempatan Jokotole, Pos 2 Pertigaan Gurem, Pos 3 Perempatan Pegadaian, Koramil Kota, Simpang Tiga Goyang Lidah, Simpang Tiga Food Colony, Simpang Empat Bina Marga Jokotole, Simpang Tiga Cemerlang, serta Simpang Tiga Cokroatmojo Jalan Diponegoro.
Bahkan untuk masing-masing pos, pihaknya juga menempatkan minimal dua personil lalu lintas yang diperkuat oleh personel Polres, Polsek, Dishub, Kodim, dan Satpol PP. “Jalur terluar akan kami batasi khusus bagi kendaraan pengantar jemaah agar tidak terjadi kepadatan,” jelasnya.
“Tidak hanya itu, kami juga menyediakan layanan ojek gratis yang melibatkan Polwan dan Polki bagi jemaah yang membutuhkan, termasuk kendaraan roda empat dan ambulans untuk jemaah dengan kondisi khusus seperti pengguna kursi roda,” imbuhnya.
Karena itu pihaknya mengimbau masyarakat, khususnya para pengantar JCH agar selalu tertib dan menjaga kondusifitas. “Kami imbau kepada para pengantar jemaah agar membatasi jumlah kendaraan, serta selalu berhati-hati dan mematuhi rambu lalu lintas selama proses keberangkatan berlangsung,” pungkasnya. [pin/kun]





Comments are closed.