Sun,9 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Ancaman Banjir Rob Pantura Makin Nyata, BRIN Berikan Solusinya

Ancaman Banjir Rob Pantura Makin Nyata, BRIN Berikan Solusinya

ancaman-banjir-rob-pantura-makin-nyata,-brin-berikan-solusinya
Ancaman Banjir Rob Pantura Makin Nyata, BRIN Berikan Solusinya
service

Ancaman Banjir Rob Pantura Makin Nyata, BRIN Berikan Solusinya


Pantai utara (Pantura) tengah menghadapi ancaman banjir rob serius yang diakibatkan oleh penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut. Bahkan, kawasan itu berisiko tenggelam di masa depan jika tidak diatasi dengan baik.

Melihat hal ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan beberapa langkah dan solusi konkret untuk melindungi pesisir Pantura dari ancaman banjir rob. Apa saja?

Teknologi Moncer Ala BRIN untuk Atasi Ancaman Banjir Rob

Melalui rilis resminya, BRIN menawarkan lima solusi berbasis teknologi yang diharapkan bisa membantu mengatasi ancaman banjir rob. Dua teknologi unggulan yang dipaparkan BRIN adalah tanggul tegak modular multifungsi dan blok modular beton.

Tanggul dan blok ini dirancang untuk melindungi pantai; sebagai penangkap energi gelombang. Lebih dari itu, teknologi ini juga memiliki nilai tambah sebagai jalur transportasi.

Selanjutnya, BRIN juga mengembangkan unit lapis lindung breakwater dengan sistem saling mengunci otomatis yang dinilai lebih efisien dan stabil. Menariknya, unit lapis lindung ini sudah diterapkan di 11 daerah, termasuk di Nusa Penida, Pacitan, Sanur, Tuban, dan Nias.

Kepala BRIN, Arif Satria, selain stabil dan efisien, teknologi ini juga lebih ekonomis dan produksinya lebih sederhana.

Tak ketinggalan, BRIN turut menghadirkan platform arus laut. Platform ini memungkinkan tanggul dan dermaga bisa difungsikan menjadi pembangkit energi mandiri.

“Kita membangun tanggul sekaligus pada saat yang sama kita memanen energi arus,” kata Arif.

Terakhir, ada pendekatan lain yang dilakukan sebagai bentuk “ikhtiar”, yakni hybrid eco-engineering. Pendekatan ini merupakan kombinasi rekayasa teknis dan solusi berbasis alam untuk memperkuat perlindungan pesisir sekaligus memulihkan ekosistem.

“Kombinasi ini bisa mereduksi gelombang, menangkap sedimen, dan pemulihan mangrove,” imbuhnya.

Luar biasanya, teknologi yang dikembangkan BRIN ini ternyata siap diimplementasikan dan didukung dengan tingkat komponen dalam negeri yang tinggi. Teknologi tersebut digadang-gadang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebi dari 70 persen. Artinya, presentase kandungan lokal dalam teknologi yang dikembangkan BRIN ini cukup besar.

Pantura dan Kontribusinya untuk Indonesia

Penanganan ancaman banjir rob harus dilakukan dengan terintegrasi, baik melalui pembangunan infrastruktur yang adaptif maupun langkah mitigasi berbasis lingkungan. Oleh karena itu, perlu untuk memastikan bahwa solusi yang ditawarkan sudah tepat dan minim risiko.

Kawasan Pantura sendiri memiliki peran yang strategis dalam menyokong perekonomian nasional. Pantura berkontribusi sekitar 23 persen hingga 27 persen pada PDB nasional.

Pantura merupakan koridor utama yang menopang arus industri, transportasi, dan logistik nasional. Oleh karena itu, sebagai jalur arteri primer yang menghubungkan kota-kota besar di Jawa, perlu ada perhatian khusus untuk menyikapi masalah ini.

Belum lagi kawasan Pantura juga merupakan kawasan padat penduduk. Diperkirakan ada sekitar 55 juta penduduk yang tinggal di 20 kabupaten dan lima kota di Pantura, di mana 26 persen di antaranya tinggal di wilayah pesisir.

Artinya, perlindungan kawasan tersebut menjadi salah satu hal mendesak yang harus segera dicari dan diimplementasikan solusinya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.