Mon,7 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Bagaimana Selat Drake Sepanjang 800 Km Mengatur Iklim dan Kehidupan Antartika?

Bagaimana Selat Drake Sepanjang 800 Km Mengatur Iklim dan Kehidupan Antartika?

bagaimana-selat-drake-sepanjang-800-km-mengatur-iklim-dan-kehidupan-antartika?
Bagaimana Selat Drake Sepanjang 800 Km Mengatur Iklim dan Kehidupan Antartika?
service

Di antara Tanjung Horn, Chili, dan Kepulauan Shetland Selatan, terbentang Selat Drake sepanjang s800 kilometer. Perairan yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Atlantik ini dikenal sebagai salah satu jalur laut paling ganas di dunia. Ombak besarnya bahkan dijuluki Drake Shake oleh para pelaut. Reputasi itu telah terbentuk sejak kapal-kapal layar melintasi ujung selatan Amerika, jauh sebelum Terusan Panama menyediakan jalur alternatif. Selat Drake berada di titik pertemuan dua samudra dan berbatasan langsung dengan perairan Antartika. Keganasannya dipengaruhi kondisi yang disebut infinite fetch. Angin dan ombak dapat mengumpulkan energi sepanjang ribuan kilometer tanpa terhalang daratan, sebelum dipaksa melewati celah antara Amerika Selatan dan Semenanjung Antartika. Selat ini juga berada di lintang 50-60 derajat selatan, wilayah yang dijuluki Furious Fifties dan Screaming Sixties. Badai bertekanan rendah bergerak mengelilingi Antartika hampir tanpa hambatan sehingga dapat terus menguat sebelum mencapai Selat Drake. Topografi dasar laut turut memperbesar turbulensi. Shackleton Fracture Zone memaksa arus dari kedalaman ribuan meter naik mendekati permukaan. Proses tersebut menciptakan pusaran dan gelombang tidak beraturan. Arus yang melintasinya adalah Arus Lingkar Antartika, satu-satunya arus laut yang mengelilingi Bumi tanpa terhalang benua. Volume transpornya diperkirakan mencapai 141–173 juta meter kubik per detik, menjadikannya salah satu arus terbesar di planet ini. Meski terkenal berbahaya, kurang dari seperempat penyeberangan dilaporkan benar-benar ganas. Selebihnya relatif tenang dan disebut Drake Lake. Kapal ekspedisi modern juga telah dilengkapi stabilizer untuk mengurangi guncangan. Di balik ombak besarnya, dasar Selat Drake menyimpan sedimen yang merekam perubahan iklim selama 140.000 tahun. Rekaman tersebut membantu ilmuwan menelusuri perubahan kecepatan Arus Lingkar Antartika…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.