Sun,6 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Mengapa Paus dan Lumba-lumba Sering Terdampar di Laut Indonesia?

Mengapa Paus dan Lumba-lumba Sering Terdampar di Laut Indonesia?

mengapa-paus-dan-lumba-lumba-sering-terdampar-di-laut-indonesia?
Mengapa Paus dan Lumba-lumba Sering Terdampar di Laut Indonesia?
service

Pantai Mbadokai di Desa Deranitan dan Desa Fuafuni, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menjadi saksi terdamparnya kawasan paus pilot sirip pendek (Globicephala macrorhynchus) berjumlah 55 individu. Momen itu terjadi pada Senin, 9 Maret 2026. Dari kejadian itu, sebanyak 21 individu mati, dengan 4 anakan dan 17 dewasa. Sisanya, digiring kembali ke laut. Achmad Sahri, Pakar Mamalia Laut dari Pusat Riset Sistem Biota Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menyatakan peristiwa itu hal biasa. Paus pilot merupakan spesies yang memiliki ikatan sosial sangat tinggi. Biasanya, komunitas yang dibentuk beranggotakan 50 hingga ratusan individu. Saat satu individu mengalami masalah, baik itu karena faktor kesehatan ataupun karena alam dan manusia, yang lain akan menemani. Paling buruk, kawanan tersebut akan terdampar. “Meski mendekati coastal, mereka terus bersama, hingga terdampar. Jadi, murni karena social bond,” ungkap Peneliti Ahli Madya itu, Kamis (27/8/26). Sahri menyebut, kasus paus pilot sirip pendek menjadi contoh mamalia laut seperti paus dan lumba-lumba terdampar. Ada dua hal utama penyebabnya, selain faktor alamiah seperti penyakit atau berusia tua, ada juga karena antropogenik dari aktivitas manusia. Paus atau lumba-lumba mengalami keterdamparan, bisa karena faktor biologis atau lingkungan. Bisa tunggal atau kombinasi keduanya. Namun, perlu penelitian lebih lanjut dengan membedah tubuh mereka secara medis. “Faktor alamiah bisa juga karena badai matahari, sesuatu yang mungkin tidak bisa diukur.” Antropogenik dikarenaka penurunan daya dukung lingkungan yang mengakibatkan pencemaran dan perubahan ekosistem laut, seperti sampah. Atau, ada pembangunan pesisir dan penggunaan sonar bawah laut pada eksplorasi minyak dan gas. “Paus dan lumba-lumba menggunakan suara untuk…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.