Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Banjir Jawa Tengah, Potret Tata Ruang Buruk?

Banjir Jawa Tengah, Potret Tata Ruang Buruk?

banjir-jawa-tengah,-potret-tata-ruang-buruk?
Banjir Jawa Tengah, Potret Tata Ruang Buruk?
service

Banjir melanda sejumlah wilayah Jawa Tengah (Jateng) awal 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat,  hingga Senin (19/1/26) setidaknya ada 71.479 jiwa dan ribuan rumah  terdampak banjir tersebar di Kabupaten Demak, Kendal, Batang, Pemalang, dan Kota Pekalongan. Di  Demak, 3.825 rumahdan lebih  14.000 jiwa terdampak. Di  Kendal, banjir melanda 28 desa. Sebanyak 10.700 rumah dan 27.119 jiwa terdampak. Sedangkan di Batang, tercatat ada 18.270 jiwa terdampak. Kemudian di  Pemalang,  banjir merendam 2.987 rumah dan 12.090 jiwa,  serta Kota Pekalongan  8.692 keluarga terdampak. Banjir juga mengenai ribuan hektar lahan pertanian dan fasilitas umum. Bergas Catursasi Penanggungan, Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng mengatakan,  banjir masih menggenangi Pekalongan, Kudus, dan Pati pada Kamis, (22/1/26). Pengungsi di Pekalongan pun jumlahnya masih tinggi, sekitar 2.800-an jiwa. Pemerintah Kota Pekalongan juga sudah menetapkan status tanggap darurat bencana pada Minggu, (18/01/26). Bergas belum bisa menyebut jumlah seluruh warga terdampak di Jateng, serta berapa kerugian material secara pasti. Namun dia katakan banyak. “Lebih luas dari itu ya (jika) bicara terdampak,” ujarnya. Kawasan permukiman di Pemalang, Jawa Tengah yang dilanda banjir. Foto: Dokumen warga. Kegagalan tata ruang Nur Cholis, Deputi Direktur Walhi Jateng mengatakan,  banjir di Jateng terjadi karena pelbagai faktor, bukan hanya cuaca semata. Salah satu faktornya,  kegagalan tata ruang di Jateng. “Krisis ekologis bukan semata karena faktor curah hujan, melainkan akibat kegagalan tata kelola ruang yang tidak berpihak pada perlindungan kawasan hulu dan fungsi ekologis wilayah,” katanya. Banjir di Jateng,  merupakan dampak dari laju degradasi lahan dan deforestasi dalam kurun waktu 2014–2024. Merujuk data yang Walhi himpun,…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.