Arina.id – Bersedekah merupakan amal yang sangat dicintai Allah. Bersedekah bukan sekadar pemberian harta, melainkan juga wujud kasih sayang dan keikhlasan hati seorang mukmin.
Namun, sering kali seseorang merasa menyesal setelah mengetahui bahwa penerima sedekahnya ternyata bukan orang yang layak.
Lalu muncul pertanyaan, apakah sedekah yang salah sasaran itu tetap bernilai di sisi Allah? Dalil dari Al-Qur’an menyebutkan bahwa Allah berfirman:
لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُمْ بِهِ وَلٰكِنْ مَا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Artinya: “Tidak ada dosa bagimu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang berdosa adalah) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Ahzab: 5)
Ayat ini menjadi dasar bahwa kesalahan yang tidak disengaja, termasuk salah memberi sedekah, tidak menghapus nilai amal jika niatnya baik dan ikhlas.
Sedangkan dalil dari hadits diriwayatkan oleh Imam al-Bukhārī dan Muslim dari Abū Hurairah bahwa Rasulullah bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: قَالَ رَجُلٌ: لَأَتَصَدَّقَنَّ اللَّيْلَةَ بِصَدَقَةٍ، فَخَرَجَ بِصَدَقَتِهِ، فَوَضَعَهَا فِي يَدِ سَارِقٍ، فَأَصْبَحُوا يَتَحَدَّثُونَ: تُصُدِّقَ عَلَى سَارِقٍ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ. ثُمَّ قَالَ: لَأَتَصَدَّقَنَّ بِصَدَقَةٍ، فَخَرَجَ فَوَضَعَهَا فِي يَدِ زَانِيَةٍ، فَأَصْبَحُوا يَتَحَدَّثُونَ: تُصُدِّقَ اللَّيْلَةَ عَلَى زَانِيَةٍ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ عَلَى زَانِيَةٍ. ثُمَّ قَالَ: لَأَتَصَدَّقَنَّ بِصَدَقَةٍ، فَخَرَجَ فَوَضَعَهَا فِي يَدِ غَنِيٍّ، فَأَصْبَحُوا يَتَحَدَّثُونَ: تُصُدِّقَ عَلَى غَنِيٍّ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ عَلَى سَارِقٍ وَزَانِيَةٍ وَغَنِيٍّ. فَأُتِيَ فَقِيلَ لَهُ: أَمَّا صَدَقَتُكَ فَقَدْ قُبِلَتْ، أَمَّا السَّارِقُ فَلَعَلَّهُ أَنْ يَسْتَعِفَّ عَنْ سَرِقَةٍ، وَأَمَّا الزَّانِيَةُ فَلَعَلَّهَا أَنْ تَسْتَعِفَّ عَنْ زِنًى، وَأَمَّا الْغَنِيُّ فَلَعَلَّهُ يَعْتَبِرُ فَيُنْفِقَ مِمَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ.
(رواه البخاري في صحيحه رقم 1421، ومسلم رقم 1022)
Dalam hadit ini dikisahkan bahwa ada seorang laki-laki yang berkata: ‘Aku akan bersedekah malam ini.’ Maka ia pun keluar dan memberikan sedekahnya kepada seorang pencuri. Keesokan harinya orang-orang berkata: ‘Tadi malam, sedekah diberikan kepada pencuri!’ Ia pun berkata: ‘Ya Allah, segala puji bagi-Mu.’
Kemudian ia berkata: ‘Aku akan bersedekah lagi.’ Lalu sedekahnya jatuh kepada seorang pezina. Orang-orang berkata: ‘Sedekah diberikan kepada pezina!’ Ia berkata: ‘Ya Allah, segala puji bagi-Mu.’ Lalu ia bersedekah lagi dan jatuh kepada orang kaya. Orang-orang berkata: ‘Sedekah diberikan kepada orang kaya!’ Ia berkata: ‘Ya Allah, segala puji bagi-Mu atas (sedekah kepada) pencuri, pezina, dan orang kaya.’
Maka datanglah malaikat dan berkata: ‘Sedekahmu telah diterima. Semoga sedekah kepada pencuri membuatnya berhenti mencuri, sedekah kepada pezina membuatnya berhenti berzina, dan sedekah kepada orang kaya membuatnya belajar untuk bersedekah pula.’”
Walhasil, penjelasan ayat Al-Quran dan hadits ini menunjukkan beberapa hal yakni:
1. Nilai amal tergantung pada niatnya. Rasulullah bersabda:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
Artinya: “Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Orang yang keliru bersedekah karena ketidaktahuannya atau tidak disengaja tetap mendapatkan pahala.
3. Allah Maha Luas Rahmat-Nya. Bahkan dari sedekah yang salah sasaran, Allah jadikan sebab kebaikan bagi orang lain.
4. Pelajaran untuk tetap waspada dan berhati-hati memberikan sedekah, tapi jangan takut bersedekah.
5. Jika kita sudah berusaha menyalurkan kepada yang berhak, lalu ternyata salah, pahala tetap diberikan oleh Allah.
6. Perkuat niat lillāhi ta‘ālā.
7. Jangan mengharap pujian atau balasan duniawi.
8. Jangan berhenti bersedekah hanya karena pengalaman buruk.
9. Bisa jadi Allah menilai ketulusanmu lebih besar daripada ketepatan sasarannya.
10. Kesalahan dalam bersedekah tidak membuat amal itu sia-sia, selama niatnya murni karena Allah.
Jadi Jawaban dari permasalahan apakah sedekah yang salah sasaran tetap bernilai di sisi Allah? maka jawabannya adalah tetap mendapatkan pahala, selama niatnya tulus karena Allah. Wallahu a’lam.





Comments are closed.