Wed,22 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Pakar Unair Soroti Kompleksitas Penyakit Neuro dan Mata pada Hewan Kecil

Pakar Unair Soroti Kompleksitas Penyakit Neuro dan Mata pada Hewan Kecil

pakar-unair-soroti-kompleksitas-penyakit-neuro-dan-mata-pada-hewan-kecil
Pakar Unair Soroti Kompleksitas Penyakit Neuro dan Mata pada Hewan Kecil
service

Guru Besar Unair Wiwik Misaco Yuniarti menyoroti tantangan penanganan penyakit saraf dan penyakit mata pada hewan kecil. Menurutnya, tantangan penanganan penyakit saraf pada hewan kecil terletak pada evaluasi neurologi.

“Proses ini dilakukan untuk mengetahui tanda klinis, lokasi lesi, jenis penyakit, hingga tingkat keparahan masalah yang dialami hewan,” katanya.

Wiwik mengungkapkan hal ini dalam SAGAVET (Satria Airlangga Veterinarian) 2026 yang mempertandingkan Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UA) Komisariat Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) bersama FKH UNAIR pada Sabtu, 23 Mei 2026 di Rama Ballroom, Hotel Wyndham, Surabaya.

Ia menjelaskan pemeriksaan saraf dapat dilakukan melalui metode hands off maupun hands on. Hands off mempermudah penentuan lokasi lesi, tetapi pemeriksa harus memahami anatomi dan fungsi sistem saraf dengan baik. Salah satu metode hands off yakni pengamatan postur. Observasi postur, kata dia, menjadi langkah awal yang penting dalam pemeriksaan saraf.

Ia juga menjelaskan pemeriksaan tangan yang mencakup reaksi penentuan posisi proprioception, evaluasi saraf kranial, hingga evaluasi refleks tulang belakang. “Pemeriksaan hands on diperlukan untuk memperkuat hasil observasi dan membantu menentukan diagnosis yang lebih tepat,” ujarnya.

Selain itu, ucap dia, pada penyakit neuro-oftalmik pada hewan kecil, penyakit ini adalah gangguan yang melibatkan jalur saraf pengatur fungsi visual, pergerakan bola mata, dan ukuran pupil. Gangguan itu terjadi akibat kelainan pada sistem saraf pusat yang terhubung langsung dengan organ mata.

Dosen FKH Lina Susanti menjelaskan ada penyakit neuro-oftalmik pada anjing dan kucing. Ia menyatakan klasifikasi sindrom Horner berdasarkan saraf yang terkena, yaitu neuron tingkat pertama, kedua, dan ketiga.

“Neuron orde ketiga lebih mempengaruhi gangguan pada mata, sedangkan neuron orde pertama dan kedua berdampak pada tubuh secara keseluruhan,” ujarnya.

Ia menekankan pemeriksaan mata harus dilakukan secara langsung dan menyeluruh untuk mengetahui kondisi yang dialami hewan. “Kunci pemeriksaan mata adalah pemeriksaan yang dilakukan secara langsung dan menyeluruh agar permasalahan serta penyakit dapat diketahui dengan tepat,” tuturnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.