Wed,22 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Bibit Siklon Tropis Kembali Muncul, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Wilayah Selatan Indonesia

Bibit Siklon Tropis Kembali Muncul, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Wilayah Selatan Indonesia

bibit-siklon-tropis-kembali-muncul,-bmkg-peringatkan-potensi-cuaca-ekstrem-di-wilayah-selatan-indonesia
Bibit Siklon Tropis Kembali Muncul, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Wilayah Selatan Indonesia
service

Jakarta, Arina.idBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul terbentuknya bibit siklon tropis baru yang berpotensi memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya bagian selatan.

Laman BMKG diakses Rabu (21/1/2026) menyebutkan dalam beberapa hari terakhir, intensitas hujan di berbagai daerah terpantau meningkat signifikan. Sejumlah wilayah bahkan mencatat curah hujan pada kategori lebat hingga ekstrem, antara lain DKI Jakarta dengan curah hujan mencapai 213,4 milimeter per hari, Sulawesi Selatan 101,2 milimeter per hari, Jawa Barat 86,7 milimeter per hari, Kota Tangerang 85,4 milimeter per hari, Lampung 83 milimeter per hari, DI Yogyakarta 78,4 milimeter per hari, Jawa Timur 67,5 milimeter per hari, serta Nusa Tenggara Barat 66,5 milimeter per hari.

BMKG menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh kombinasi sejumlah faktor atmosfer, terutama keberadaan sirkulasi siklonik dan penguatan Monsun Asia. Sebelumnya, sirkulasi siklonik yang terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S. Sistem ini sempat memperkuat daerah konvergensi berskala luas di wilayah selatan Indonesia, meliputi Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

Meski Bibit Siklon Tropis 96S telah melemah dan dinyatakan punah, dinamika atmosfer kembali menunjukkan pembentukan Bibit Siklon Tropis 97S di wilayah Laut Timor. Keberadaan sistem baru ini kembali memperkuat pola konvergensi dan meningkatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Selain faktor siklonik, aktifnya Monsun Asia turut berperan besar. Aliran massa udara lembap dari Laut Cina Selatan yang bergerak melalui Selat Karimata hingga Pulau Jawa, disertai penguatan angin baratan di wilayah selatan Indonesia, mendorong pertumbuhan awan hujan secara masif di sejumlah daerah.

Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan
BMKG memprakirakan dalam sepekan ke depan, dinamika atmosfer global, regional, dan lokal masih akan berpengaruh signifikan terhadap cuaca di Indonesia. Pada skala global, fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) terpantau berada pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah, dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) cenderung positif. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan.

Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) juga diprakirakan aktif melintasi wilayah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Laut Flores, Laut Timor, serta Samudra Hindia selatan NTT.

Bersamaan dengan itu, gelombang Kelvin dan gelombang Rossby Ekuator terpantau aktif di Samudra Hindia barat Sumatera hingga perairan selatan NTB dan NTT, yang turut meningkatkan aktivitas konvektif dan potensi hujan.

Di sisi lain, Siklon Tropis Nokaen di Laut Filipina, utara Maluku Utara, diprakirakan menguat dengan kecepatan angin maksimum 35 knot dan tekanan udara 1.000 hPa, bergerak ke arah timur laut. Sistem ini memengaruhi pola angin di wilayah utara Indonesia bagian timur. Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 97S diprakirakan bergerak persisten dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara 1.000 hPa, memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi dari Pulau Timor hingga Laut Arafura.

BMKG juga mencatat adanya potensi peningkatan seruakan dingin (cold surge) dari Benua Asia dalam sepekan ke depan. Kondisi ini ditandai perbedaan tekanan udara yang cukup tinggi dan penguatan angin di Laut Cina Selatan, sehingga mempercepat masuknya Monsun Asia melintasi ekuator melalui Selat Karimata. Dampaknya, potensi cuaca ekstrem diperkirakan meningkat di wilayah Sumatera bagian selatan dan Pulau Jawa.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.