Sat,15 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Bitis gabonica, Ular Berbisa dengan Taring Terpanjang di Dunia yang Menghasilkan Bisa Terbanyak

Bitis gabonica, Ular Berbisa dengan Taring Terpanjang di Dunia yang Menghasilkan Bisa Terbanyak

bitis-gabonica,-ular-berbisa-dengan-taring-terpanjang-di-dunia-yang-menghasilkan-bisa-terbanyak
Bitis gabonica, Ular Berbisa dengan Taring Terpanjang di Dunia yang Menghasilkan Bisa Terbanyak
service

Bitis gabonica, yang dikenal umum sebagai Gaboon viper, merupakan spesies ular berbisa yang mendiami hutan hujan tropis dan kawasan savana di Afrika Sub-Sahara. Spesies ini memegang dua rekor sekaligus di antara seluruh spesies ular berbisa: taring terpanjang dan volume produksi bisa terbanyak. Panjang taringnya, menurut sejumlah sumber, berkisar antara 4 hingga 5,5 sentimeter, tergantung metode pengukuran dan spesimen yang diteliti. Adapun hasil pemerahan bisanya pernah tercatat melebihi 2 gram bisa kering dalam satu kali pemerahan, jumlah tertinggi yang pernah dilaporkan pada ular berbisa mana pun. Secara taksonomi, bandotan gabon ini merupakan anggota terbesar dari genus Bitis, yang mencakup 18 spesies viper di kawasan Sub-Sahara Afrika dan sebagian Semenanjung Arab. Panjang tubuh dewasa umumnya berkisar 120 hingga 175 sentimeter, dengan berat mencapai 8 hingga 11 kilogram, menjadikannya salah satu ular berbisa terberat di Afrika. Dua kelompok yang secara historis dianggap subspesies, yaitu Bitis gabonica gabonica di Afrika Timur dan Selatan serta Bitis rhinoceros di Afrika Barat, kini diperlakukan sebagai dua spesies berbeda oleh sebagian peneliti berdasarkan bukti genetik. International Union for Conservation of Nature (IUCN) mencatat status konservasi Gaboon viper sebagai Vulnerable, meski data populasi yang mendasari penilaian ini masih terbatas di sejumlah wilayah jelajahnya. Struktur Rahang dan Mekanisme Taring Taring Gaboon viper menempel pada tulang maksila yang bersifat fleksibel, bagian dari struktur rahang solenoglyphous yang umum ditemukan pada famili Viperidae. Saat mulut tertutup, taring terlipat ke belakang sejajar dengan langit-langit mulut. Struktur ini memungkinkan ular menyimpan taring sepanjang itu tanpa melukai jaringan mulutnya sendiri. Gaboon viper (Bitis gabonica) berkamuflase di…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.